Contact Us | Privacy Policy | Terms Of Service
Terbaru
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

7 Nov 2013

4 Pola Asuh Anak Dan Dampaknya Terhadap Anak

7 Nov 2013 - Dikilasinfokan Oleh : Unknown ·

pola asuh anak
Psikologi perkembangan telah lama tertarik pada bagaimana dampak pola asuh anak terhadap perkembangan anak. Namun, tidak mudah menemukan hubungan sebab-akibat antara tindakan spesifik orang tua dan perilaku anak-anak. Beberapa anak dibesarkan dalam lingkungan tertentu di mana ia tumbuh hingga memiliki kepribadian yang sangat mirip dengan "lingkungannya". Sebaliknya, beberapa anak yang lain yang dibesarkan di lingkungan yang sama tumbuh dan memiliki kepribadian mengejutkan yang berbeda dengan anak yang lain.

Dengan berbagai macam tantangan tersebut, para peneliti berusaha menemukan hubungan yang meyakinkan antara pola pengasuhan anak dan efeknya terhadap perkembangan kepribadian anak. Psikolog Diana Baumrind melakukan penelitian pada lebih dari 100 anak usia prasekolah dengan menggunakan observasi naturalistik, wawancara orangtua dan metode penelitian lainnya. Ia kemudian mengidentifikasi 4 dimensi penting dalam pola pengasuhan anak:

Pola Otoriter
Dalam pola ini, anak-anak diharapkan untuk mengikuti aturan ketat yang ditetapkan oleh orang tua. Kegagalan untuk mengikuti aturan seperti biasanya menghasilkan hukuman. Orang tua yang otoriter gagal untuk menjelaskan alasan di balik aturan-aturannya. Jika diminta untuk menjelaskan, orang tua mungkin hanya menjawab, "Karena aku bilang begitu." Para orangtua memiliki tuntutan yang tinggi, tetapi tidak responsif terhadap anak mereka. Menurut Baumrind, dalam pola otoriter orang tua mutlak untuk ditaati tanpa penjelasan.

Pola Otoritatif
Seperti orang tua otoriter, orang tua dengan pola pengasuhan otoritatif menetapkan aturan dan pedoman di mana anak diharapkan mengikuti. Namun, pola pengasuhan ini jauh lebih demokratis. Orang tua otoritatif responsif terhadap anak mereka dan bersedia untuk mendengarkan pertanyaan. Ketika anak gagal memenuhi harapan, para orang tua lebih memilih memaafkan daripada menghukum. Baumrind menunjukkan bahwa orang tua memantau dan menyampaikan standar yang jelas bagi perilaku anak mereka. Mereka tegas, tapi tidak mengganggu dan membatasi. Metode disiplin mereka berbentuk dukungan, bukan hukuman. Mereka ingin anak mereka bersikap tegas serta bertanggung jawab secara sosial dan disiplin terhadap diri sendiri.

Pola Permisif
Orangtua yang permisif kadang-kadang disebut sebagai orang tua yang memanjakan, memiliki sedikit tuntutan terhadap anak mereka. Para orangtua permisif jarang mendisiplinkan anak mereka karena mereka memiliki ekspektasi yang relatif rendah dalam kematangan dan kontrol diri. Menurut Baumrind, orangtua permisif lebih responsif daripada menuntut. Orangtua Permisif umumnya memelihara komunikasi dengan anak-anak mereka, lebih sering berstatus sebagai teman bagi anak-anaknya daripada sebagai orang tua.

Pola Tidak Terlibat
Pola pengasuhan tidak terlibat ditandai dengan beberapa tuntutan, respon rendah dan sedikit komunikasi. Sementara orang tua memenuhi kebutuhan dasar anaknya, mereka umumnya terpisah dari kehidupan anak mereka. Dalam kasus ekstrim, orang tua dengan pola ini bahkan dapat menolak atau mengabaikan kebutuhan anak mereka.

Dampak Pola Pengasuhan terhadap Perkembangan Anak

Selain studi awal Baumrind terhadap 100 anak prasekolah, para peneliti telah melakukan sejumlah penelitian lain yang memunculkan sejumlah kesimpulan tentang dampak pola pengasuhan terhadap perkembangan anak. 


  • Pola pengasuhan otoriter umumnya menyebabkan anak patuh dan pintar, tapi mereka kurang dalam kebahagiaan, kompetensi sosial dan harga diri.
  • Pola pengasuhan otoritatif cenderung menghasilkan anak yang bahagia, kompeten dan sukses.
  • Pola pengasuhan permisif sering menyebabkan anak kurang bahagia dan disiplin. Anak lebih mungkin mengalami masalah dengan aturan dan cenderung berkinerja buruk di sekolah.
  • Pola pengasuhan tidak terlibat menyebabkan anak kurang di semua aspek kehidupan. Anak cenderung kurang kontrol diri, memiliki harga diri yang rendah dan kurang kompeten dibandingkan rekan-rekan mereka.

Mengapa pola otoritatif memberikan lebih banyak keuntungan dibanding pola lain? Karena, ketika anak-anak melihat permintaan orangtua mereka adil dan masuk akal, maka mereka cenderung patuh.

Dalam rangka menciptakan pendekatan kohesif dalam mengasuh anak, penting bagi orang tua untuk belajar bekerja sama dengan menggabungkan berbagai elemen pola pengasuhan yang unik. Gabungan pola pengasuhan dari kedua orang tua bisa saja menciptakan perpaduan unik dalam setiap keluarga. Misalnya, si ibu menampilkan gaya otoritatif sementara ayah memilih pendekatan yang lebih permisif. 


Tags: pola asuh anak

15 Okt 2013

Mengapa Anak Yang Cerdas Susah Makan?

15 Okt 2013 - Dikilasinfokan Oleh : Unknown ·

anak malas dan susah makan
Ingin anak Anda mengkonsumsi makanan sehat? Tak usah repot-repot mengajari mereka tentang makanan bergizi, karena tidak akan membuat perubahan dalam cara mereka memilih makanan. Anak-anak dengan intuisinya, tahu mana makanan yang sehat.

Sebuah penelitian di Irlandia menemukan bahwa anak-anak (3-5 tahun) dapat mengidentifikasi makanan sehat ketika ditunjukkan kepada mereka gambar-gambar makanan sehat dan tidak sehat. Itu berarti mengajari mereka perbedaan antara makanan sehat dan tidak sehat tidak akan mempengaruhi cara anak memilih makanan.

Jadi apa yang mempengaruhi selera dan cara anak memilih makanan? Jawabannya, kebiasaan.

Selaku orang tua, Anda dapat mengajarkan kebiasaan mengkonsumsi makanan tertentu secara langsung kepada anak. Anak-anak tidak perlu tahu mengapa mereka makan ini dan tidak makan itu. Setelah anak-anak terbiasa mengkonsumsi makanan tertentu lebih sering daripada makanan lain, maka seperti itulah cara mereka berselera terhadap makanan.

Memilih makanan adalah persoalan matematis, kita lebih cenderung tertarik dan berselera pada makanan yang paling sering kita makan. Biasakan anak-anak Anda makan banyak buah-buahan dan sayuran maka mereka akan makan banyak buah dan sayuran. Setiap kali anak mengunyah makanan, itu tidak hanya membentuk seleranya, tapi juga membentuk bagaimana anak berpikir tentang makanan.

Yang juga tak kalah pentingnya adalah coba perhatikan bagaimana cara Anda "menjual" makanan kepada anak-anak Anda. Apakah ketika Anda menyajikan makanan Anda berbicara tentang gizi: "Makan makanan ini supaya kamu tumbuh menjadi besar dan kuat, makanan ini memiliki banyak vitamin lho!" Atau Anda berbicara tentang rasa: "Wow, enaknya." Cara mana yang lebih menggugah selera anak Anda untuk makan? 


Tags: Anak Susah Makan

29 Sep 2013

Membantu Anak Mengatasi Trauma

29 Sep 2013 - Dikilasinfokan Oleh : Unknown ·

membantu anak mengatasi trauma
Sebuah hasil penelitian tentang pertumbuhan anak melaporkan bahwa anak-anak muda -bahkan bayi- sangat gampang trauma karena pengaruh dari berbagai peristiwa yang pernah mereka alami. Perasaan traumatik pada anak bisa saja berasal dari tindakan kekerasan atau sikap pelecehan yang pernah mereka terima. Stres traumatik yang paling umum terjadi pada anak-anak meliputi: kecelakaan, trauma fisik, pelecehan, pengabaian dan kekerasan dalam rumah tangga atau masyarakat. 

Gejala dan Perilaku Anak Terkait Trauma

Anak-anak yang mengalami trauma akan memunculkan berbagai perilaku. Mengingat bahwa banyak anak yang mungkin tidak mampu menyuarakan keprihatinan mereka atau memiliki kemampuan terbatas dalam berkomunikasi, penting bagi orang tua dan orang dewasa untuk mengenali tanda-tanda kemungkinan trauma pada anak.

Menurut The National Child Traumatic Stress Network, anak-anak yang mengalami stres traumatik umumunya takut dengan situasi baru, gampang takut, agresif, regresif dan/atau impulsif.

Membantu Anak Mengatasi Trauma

Untuk membantu anak mengatasi trauma, penting bagi orang tua atau orang dewasa untuk menahan setiap emosi negatif mereka yang sangat berpeluang membuat anak merasa disalahkan. Strategi yang mungkin dapat digunakan dalam membantu anak mengatasi trauma adalah:

  • Tunjukkan bahwa Anda bersedia mendengarkan mereka (orang dewasa yang baik adalah pendengar yang baik bagi anak-anak).
  • Gunakan nada suara yang tenang dan lembut.
  • Yakinkan anak bahwa mereka aman bersama Anda.
  • Jangan kerdilkan perasaan anak dengan sering mengatakan kepada mereka: "Berhentilah menjadi anak kecil", "Berhentilah menangis, kalau tidak..."
  • Ikuti jika anak mencoba memimpin Anda.
  • Jika anak berbicara, dengarkan.
  • Jika anak ingin dipegang atau dipeluk, lakukan.
  • Biarkan anak menunjukkan ketakutan mereka, kemudian berikan mereka rasa aman.
  • Bantu anak mengidentifikasi perasaan mereka.

18 Sep 2013

Kata-Kata Motivasi Untuk Guru dan Orang Tua

18 Sep 2013 - Dikilasinfokan Oleh : Unknown ·

kata-kata motivasi untuk guru dan orang tua
Dukungan orang dewasa mungkin adalah aspek yang paling penting dalam bagaimana anak-anak berhasil di sekolah dan kehidupan.

Kita harus melihat guru dan orang tua sebagai mitra dalam pendidikan. Kenapa? George Santayana mengatakan, "Seorang anak yang hanya mendapat pendidikan di sekolah adalah anak yang tidak berpendidikan." Ketika orang tua dan guru terinspirasi untuk memfasilitasi pembelajaran, maka anak-anak adalah pemenang.

Beberapa kata motivasi bisa membuat hal-hal rumit dan kompleks menjadi sederhana, berikut ini kata-kata motivasi untuk guru dan orang tua:

Pendidikan adalah pekerjaan seumur hidup yang harus terus-menerus dilakukan dengan baik, dengan cara melihat, mengingatkan, menghargai, tetapi di atas semua itu adalah dengan memberi contoh.
    
Tugas seorang pendidik adalah mengajar setiap murid untuk melihat vitalitas dan semangat dalam diri mereka sendiri.

Ada 2 jenis guru, yaitu guru yang memberi Anda begitu banyak pelajaran hingga Anda tidak tahu mana yang harus Anda pelajari dan guru yang hanya memberi Anda sedikit pelajaran dan Anda mengerti dengan baik.

Pendidikan bukan untuk mereformasi anak atau menghibur mereka atau membuat mereka menjadi ahli. Pendidikan adalah tentang memperluas wawasan mereka, mengobarkan kecerdasan mereka, mengajar mereka untuk berpikir jernih.

Murid tidak berada di sekolah untuk membanggakan apa yang mereka ketahui, tapi untuk mempelajari apa yang mereka belum ketahui.

Mengajar murid-murid berhitung adalah baik, tetapi mengajari mereka apa itu hitungan, apa yang harus dihitung, itu lebih baik.

Katakan padaku maka aku akan lupa, ajari aku maka aku akan ingat, libatkan aku maka aku akan belajar.
    
Semua orang jenius. Tetapi jika Anda menilai seekor ikan dari kemampuannya untuk memanjat pohon, ikan itu pasti bodoh.
    
Kreatifitas adalah kemampuan membuat koneksi dan asosiasi, kemampuan membalikkan keadaan dan mengekspresikannya dengan cara yang baru.
    
Selalu melihat sesuatu yang umum dengan cara pandang tertentu merupakan dasar kejeniusan, bukan melihat sesuatu yang tertentu dengan cara pandang umum.

Berkomitmenlah untuk setiap keputusan Anda, tetapi tetap fleksibel dalam pendekatan Anda.
    
Mereka mungkin lupa apa yang Anda katakan, tetapi mereka tidak akan pernah lupa bagaimana Anda membuat mereka merasa.

Pengajaran yang baik adalah memberikan pertanyaan yang tepat bukan memberikan jawaban yang benar.

6 Sep 2013

Bahaya dan Dampak Buruk Menghardik Anak

6 Sep 2013 - Dikilasinfokan Oleh : Unknown ·

bahaya dan dampak buruk menghardik anak
Menurut sebuah studi baru yang dilakukan oleh para peneliti di University of Pittsburgh dan University of Michigan, diterbitkan pada Rabu, 4 September 2013 di jurnal Child Development, bahwa orang tua yang suka berkata-kata kasar dan menghardik anak mereka, dapat menyebabkan beberapa masalah pada perilaku anak seperti peningkatan risiko depresi dan perilaku agresif.

"Menghardik anak tidak akan mengurangi atau memperbaiki masalah perilaku mereka, sebaliknya, hal itu akan membuat perilaku mereka semakin buruk," kata Ming Te Wang, asisten profesor di Departemen Pendidikan dan Psikologi University of Pittsburgh. 


Timothy Verduin, asisten profesor di Pusat Studi Anak NYU Langone Medical Center di New York, mengatakan: "Anda akan merasa jauh lebih bertanggung jawab atas perilaku Anda ketika Anda sedang dinasehati dengan cara yang baik oleh seseorang yang Anda hormati dan kagumi. Apa pun yang Anda lakukan untuk mencaci atau mempermalukan anak Anda akan melenyapkan kekuatan dan wibawa Anda sendiri."

Studi ini diikuti oleh 976 keluarga dengan anak-anak yang berusia 13 - 14 tahun. Para peneliti menanyakan kepada anak-anak berbagai pertanyaan untuk menilai masalah perilaku, gejala depresi dan kehangatan hubungan mereka dengan orang tua. Para orang tua diminta menyelesaikan survei untuk mengukur dampak  penegakkan disiplin pada anak menggunakan bahasa lisan.

Sekitar 45% dari ibu dan 42 % dari ayah yang berpartisipasi mengatakan, mereka telah menegakkan disiplin dengan ucapan yang kasar kepada anak-anak mereka selama satu tahun terakhir sejak anak mereka berumur 13 tahun. Anak-anak yang orangtuanya sering mengucapkan kata-kata kasar dan menghardik, kurang lebih setahun berikutnya mengalami peningkatan masalah perilaku termasuk perkelahian dengan teman-temannya, masalah di sekolah, berbohong kepada orang tua dan mengalami gejala depresi.

Peningkatan masalah serupa juga terjadi pada anak-anak yang orang tuanya menggunakan pendekatan fisik seperti mendorong atau memukul pantat.


Parahnya, perilaku anak yang bermasalah justru menyebabkan orang tua semakin meningkatkan penggunaan taktik disiplin yang kasar, yang akhirnya memicu perilaku anak menjadi semakin buruk tak terkendali.

Ketika Anda menghardik dan mencaci anak-anak Anda, itu sangat melukai fitrah diri mereka. Itu membuat mereka merasa tidak berarti, tidak berharga dan tidak berguna.

3 Sep 2013

Cara Mengatasi Siswa Malas

3 Sep 2013 - Dikilasinfokan Oleh : Admin ·

cara mengatasi siswa malas
Salah satu aspek dalam mengajar yang paling sering membuat frustrasi para guru adalah saat berhadapan dengan siswa yang malas. Siswa malas dapat didefinisikan sebagai siswa yang memiliki kemampuan intelektual unggul, tetapi tidak pernah menyadari potensi yang mereka miliki, karena mereka memilih tidak menyelesaikan tugas/pekerjaan dari sekolah yang ia perlukan selaku siswa untuk memaksimalkan potensi dan kemampuannya. Kebanyakan guru lebih menyukai sekelompok siswa yang rajin daripada seorang siswa yang cerdas tapi malas.

Guru Sebagai Pembuat Keputusan

Skenario:
Seorang guru kelas A memiliki seorang siswa yang secara konsisten gagal menyelesaikan atau menyerahkan tugas. Secara formatif, nilai siswa ini  sangat bagus dan ia tergolong cerdas. Ia juga berpartisipasi dalam diskusi kelas dan kerja kelompok, tetapi tidak pernah menyelesaikan atau menyerahkan tugas. Gurunya telah bertemu dengan orang tuanya pada beberapa kesempatan tapi terbukti tidak efektif merubah perilaku malas siswa yang bersangkutan.

Keputusan:
Hampir setiap guru pernah menghadapi siswa yang malas, masalah yang bisa saja membuat guru akhirnya merasa frustasi. Faktor yang sangat penting untuk mengatasi masalah kemalasan siswa adalah guru mendapatkan dukungan orangtua/wali siswa dalam menyelesaikan masalah kemalasan ini. Guru dan orang tua perlu memahami bahwa perilaku malas tidak bisa berubah menjadi rajin hanya dalam satu hari. Membutuhkan waktu yang relatif lama dan usaha yang relatif keras bagi siswa untuk mengembangkan kebiasaannya menyelesaikan setiap tugas sekolah.

Guru dapat bekerja sama dengan orang tua siswa membuat beberapa rencana bersama untuk memastikan apa saja yang dibutuhkan oleh siswa yang bersangkutan untuk menyelesaikan tugas sekolahnya. Sebagai guru, Anda juga dapat menyerahkan kepada orang tuanya daftar tugas sekolah yang harus diselesaikan oleh si siswa. Dari proses tersebut, siswa belajar bertanggung jawab untuk menyelesaikan setiap pekerjaan dan tugas sekolahnya dengan dukungan langsung dari guru dan orang tua.

Tetap konsisten dengan rencana tersebut, selama orang tua/wali siswa terus bekerja sama, siswa akan mulai membentuk kebiasaannya dalam menyelesaikan tugas-tugas dan pekerjaan dari sekolah.

4 Mei 2013

Putri Cenning Tenri Jampangi

4 Mei 2013 - Dikilasinfokan Oleh : Admin ·

anak bermasalah
Putri Cenning Tenri Jampangi di sini adalah gambaran remaja cantik berumur muda tetapi miskin pengalaman hidup, terbatas pengetahuan dan kekurangan kasih sayang. Putri Cenning Tenri Jampangi hanyalah mewakili banyak remaja yang bermasalah dengan orang tuanya sekaligus hidupnya. Sehingga bila tidak ada upaya sengaja di kedua kubu (remaja dan orang tua) untuk memperbaiki diri, masa depan Putri Cenning Tenri Jampangi ini kemungkinan akan penuh dengan penderitaan.

Nyaris semua bagian kehidupan di zaman ini memang sedang dahaga. Misalnya remaja yang jauh-jauh datang dari belahan bumi lain hanya untuk mengisi sebagian dahaga hidupnya dengan cara rekreasi. Anak-anak bersekolah, generasi muda yang bekerja keras, orang tua yang membanting tulang, orang bijaksana yang berdoa, semua dilakukan karena ada rasa dahaga di dalam sini. Yang menyedihkan, sebagian orang mencoba mengisi dahaga jiwa di dalam sini melalui narkoba, seks bebas atau korupsi.

Dan sebagaimana sudah dicatat sejarah secara amat rapi, semua dahaga jiwa yang mau dipenuhi dengan uang, seks dan narkoba, semuanya menimbulkan lubang-lubang jiwa yang lebih menyedihkan lagi. Ada yang tidak bisa diselamatkan dari ketergantungan narkoba, ada yang terpaksa melakukan kejahatan paling berbahaya bernama bunuh diri, ada yang terpaksa menjalani kehidupan di lembaga pemasyarakatan. Kita semua memang sekumpulan jiwa yang sedang dahaga, tapi dahaga itu tidak bisa diobati dengan cara membuang dan membenci. Seperti remaja yang mau membuang ketidaksempurnaan orang tuanya, atau sebagian orang tua yang membenci kekurangan anak-anaknya.

Mungkin itu sebabnya, remaja yang menganggap orang tuanya gagal menyediakan lingkungan bertumbuh ideal di masa kanak-kanak, kemudian seperti pohon yang tercabut dari akarnya. Ia tidak menyisakan hal lain terkecuali kehidupan yang kering dan gersang. Di sekolah salah, di rumah tidak betah. Punya pacar menjadi masalah, diputus pacar jadi musibah. Orang tua yang gagal memberi lingkungan terbaik di masa kecil, guru yang tidak menjadi tauladan yang baik, pacar yang menghianati, oleh sebagian remaja mau dibuang semuanya serupa membuang sampah.

Sebaliknya, belajar memeluk lembut setiap bagian kehidupan seperti matahari yang menyinari semuanya. Terutama karena tidak ada yang disebut sampah kehidupan, semuanya hanyalah bahan-bahan yang sedang berproses menjadi bunga yang cantik dan indah. 

Semua kejadian kehidupan (baik yang menyenangkan maupun yang menjengkelkan) mestinya diletakkan sebagai pupuk untuk bunga kehidupan. Sehingga pada saatnya, semuanya berevolusi menjadi bunga mekar pencerahan jiwa. Itu sebabnya, para remaja tatkala dibimbing dengan baik, diajak menyelami kehidupannya bahwa semua mahluk pernah menjadi ibu kita, tatkala jadi ibu kita mereka sangat baik, sebagian ibu bahkan wafat melahirkan kita tatkala teknologi melahirkan masih sangat sederhana, para remaja kemudian menangis mendalam. Bukan karena cengeng, tapi karena remaja mulai menyentuh bagian-bagian batin yang selama ini pelengkapnya dicari di luar (seperti pacar dan orang tua), ternyata tersedia di dalam.

Putri Cenning Tenri Jampangi ingin cerita tentang kasih sayang sempurna seorang ibu. Ketidaksempurnaan kehidupan seperti orang tua bermasalah, membuat Putri Cenning Tenri Jampangi menangis. Dan menangis tidak memerlukan kemarahan, ia memerlukan pelukan kasih sayang seorang ibu. Terutama karena mengundang kita untuk merawat kesedihan, kemalangan dan kekurangan. Kesedihan adalah putri yang sedang menangis, kesadaran adalah ibu yang sedang mendekap lengkap dengan kasih sayangnya. Hanya dengan cara dirawatlah, kemudian kesedihan dan kemalangan bisa berproses menjadi pencerah jiwa kemudian.

Bila ada anak yang bermasalah, itu disebabkan karena orang tua dan sekolah belum cukup dalam menyelami diri anak-anak. Oleh karena itulah kerap dipesankan, anak-anak (khususnya yang bermasalah) adalah mahluk agung yang terlahir untuk menyempurnakan kualitas pencapaian spiritual orang tua dan gurunya.

Untuk itu, selami diri anak-anak. Caranya, terima, sayangi, rawat kekurangannya. Sebagai akibatnya, tidak saja orang tua bisa membimbing anak-anaknya menjadi berlian kemudian, orang tuanya juga menemukan pencerahan di dalam diri. Serangkaian hasil yang bahkan tidak bisa dibeli dengan uang sebanyak apapun. Kebahagiaan di luar diri hanya bermakna kalau ia membantu kita membuka kebahagiaan di dalam diri. Dan anak-anak lengkap dengan dinamikanya, adalah kekuatan yang bisa membuat orang tua menemukan kebahagiaan di dalam diri.

15 Apr 2013

Solusi Untuk Anak yang Malas Belajar

15 Apr 2013 - Dikilasinfokan Oleh : Admin ·

solusi untuk anak yang malas belajar
Untuk mengatasi masalah anak yang malas belajar, para orang tua harus pintar-pintar mengamati penyebab utama anak kehilangan semangat belajarnya. Orang tua terkadang tidak sabaran ketika menghadapi anak yang malas belajar sehingga tidak jarang justru bersikap keras kepada anak seperti dengan nada mengancam, dengan tujuan agar anak mau menurut. Padahal cara tersebut justeru tidak efektif dan bisa membuat anak makin tak bersemangat untuk belajar.

Sebaiknya diamati dulu alasan apa yang membuat anak malas belajar, apakah ada gangguan atau si anak terlalu lelah setelah pulang sekolah dan kursus. 

Apabila anak ternyata lelah, maka sebaiknya beri mereka waktu untuk beristirahat terlebih dahulu. Setelah anak sudah mulai segar dan bisa beraktifitas kembali, coba ciptakan suasana yang mendukung mereka untuk belajar, serta jangan lupa siapkan alat peraga yang kira-kira menarik minat mereka untuk belajar.

Hal terpenting adalah buat anak senyaman mungkin, dengan menyiapkan dari awal alat yang mampu menarik minatnya untuk belajar.

Misalkan belajar Matematika, jangan hanya sekadar teori 3 X 4 = 12. Tapi gunakan alat peraga atau permainan sehingga anak tidak bosan dan mampu memahami konsep dasarnya, bukan sekadar menghafal.

Dan yang tidak boleh dikesampingkan adalah waktu atau durasi belajar. Terlalu lama belajar bisa membuat anak bosan dan apa yang sedang dipelajarinya tidak akan terserap secara optimal. Untuk itu, waktu belajar di rumah sebaiknya tidak terlalu lama karena sebelumnya anak sudah sibuk belajar di sekolah.

Durasi waktu belajar di rumah jangan terlalu panjang, misalnya cukup 15 menit saja dulu untuk mengerjakan soal, setelah itu diganti dengan aktifitas lain, sehingga anak tidak bosan dan tidak kehilangan minat belajar.

10 Feb 2013

Membentuk Karakter Anak dengan Dongeng

10 Feb 2013 - Dikilasinfokan Oleh : Admin ·

membentuk karakter anak dengan dongeng
Dongeng bermanfaat membentuk karakter anak sehingga harus terus dihidupkan terutama oleh kalangan orang tua. Saat ini, budaya dongeng dari orang tua kepada anak sudah mulai langka. Untuk itu, orang tua diharapkan untuk menghidupkan kembali budaya mendongeng untuk memberikan kesan hangat di dalam keluarga.

Mendongeng dapat meningkatkan kecerdasan anak, sedangkan mendongeng secara rutin cukup efektif dalam mengakrabkan hubungan antara orang tua dengan anaknya. Dongeng juga bisa disukai anak-anak selayaknya seorang anak menyukai makanan favoritnya.

Melalui dongeng, anak bisa belajar kosakata baru, belajar untuk mengekspresikan perasaan, seperti senang, sedih, ataupun marah, serta menyerap nilai-nilai kebaikannya. Kepada orang tua atau guru yang hendak mendongeng, agar tanpa menggunakan media, melainkan hanya lewat gerakan, suara, maupun ekspresi, sehingga anak bisa berimajinasi. Jika menggunakan media, imanijasi anak kurang terlatih karena gambarnya sudah bisa dilihat langsung.

Mendongeng juga tidak mengenal batasan umur, bahkan bayi yang masih dalam kandungan orang tua bisa diperdengarkan dongeng. Bahan dongeng memang harus disesuaikan dengan usia, agar dapat mengena. Dongeng untuk anak usia taman kanak-kanak bisa tentang kisah binatang, sedangkan anak usia 6-10 tahun bisa tentang kisah petualangan.

15 Des 2012

Agar Anak Tidak Manja

15 Des 2012 - Dikilasinfokan Oleh : Admin ·

agar anak tidak manja
Anak yang manja bukan karena ia memang terlahir manja. Yang membuat anak menjadi manja lebih banyak berasal dari faktor lingkungannya atau orang-orang yang berada disekitarnya. Karena itu, jika anak terlanjur tumbuh dalam keadaan manja, ia tak boleh disalahkan.

Sebelum anak benar-benar menjadi manja, bagaimana kiat-kiat mendidik anak agar ia bisa tumbuh jauh dari sifat manja?

Bebaskan anak belajar menjadi mandiri dengan melatihnya melakukan aktifitasnya sendiri, misalnya makan dan minum sendiri, main sendiri dan lain-lain. Orang tua cukup mengawasi dan menjaganya.

Beri kesempatan sebesar-besarnya kepada anak untuk berlatih mengembangkan kemampuannya, selama yang dilakukannya tidak negatif dan merusak, biarkan saja. Dengan demikian anak akan tumbuh dengan penuh kreatifitas dan percaya diri.

Orang tua boleh terlibat langsung dalam kegiatan dan aktifitas anak, selama itu hanya untuk membantu bila anak sama sekali tidak dapat melakukannya sendiri, seperti mengambil atau memindahkan barang tertentu.

3 Agu 2012

Pesan Ayah Untuk Putrinya

3 Agu 2012 - Dikilasinfokan Oleh : Admin ·

pesan ayah untuk putrinya
Putriku, berada di dekatmu memang selalu berkesan, jelang shubuh kupandangi wajahmu lekat, engkau asa dan masa depan. Tercium olehku wangi nafasmu tanpa dosa, pasang-surut bagaikan ombak yang berkejaran indah di laut kehidupan, walaupun 1/2 wajahmu tersimpan dibalik kerasnya batu karang kehidupan, namun engkau tetap menawan. 

Meskipun matamu masih lelap terpejam, semoga nuranimu mendengar selalu bisikan-bisikan lembut nasihat, karena nasihat adalah doa. Tidak lama lagi bukan hanya aku yang akan memberi warna ke dalam hidupmu, sebentar lagi jutaan pemikiran akan memenuhi akalmu. 

Saat ini dekapanmu hanya bagiku dan ibumu semata, tapi ke depan siapa yang tahu? Melihat kisah anak masa kini, ada rasa khawatir memenuhi sampai ke dasar qalbuku. Engkau buah hatiku, sulit tidak mengutamakanmu, engkau putriku, bagaimana tidak sangat menyayangimu? 

Ku akui diantara anak-anakku, engkaulah yang paling keras ku didik, agar bentuk sifatmu tak kaku, supaya akalmu pandai nan cerdik. Selagi engkau masih mau mendengar, selagi aku dan ibumu adalah satu-satunya sekolah bagimu, selagi Allah masih sempatkan kita bersama. 

Engkau bukan hanya wanita, engkau adalah muslimah, engkau bukan hanya subyek dan objek cinta,  engkau adalah pejuang Allah. Maka tidak pantas selain dalil Islam yang keluar dari bibir mu, walau itu berarti mungkin ramai orang yang akan mencibir dan menertawakanmu. 

Jilbab adalah pakaianmu, masa bodoh dengan kata manusia, bila kewajiban itu engkau tinggalkan, maka semua hidupku akan sia-sia. Jilbab adalah tanda akalmu, peduli apa ucapan makhluk, jilbab justru menampakkan keindahan akhlakmu. Ingat bahwa keanggunan muslimah karena taat, jilbab selamanya akan menjauhkanmu dari pandangan yang jahat. 

Ingat pula bahwa ilmu yang engkau pelajari dan kumpulkan, Allah akan tanya, bukan berapa banyaknya, namun berapa kali engkau berbagi kebaikan dengan ilmu itu. Jangan engkau sibuk dengan cinta, cinta takkan habis dikejar, suatu saat cinta bisa dipinta, mudah bila engkau sudah terpelajar. 

Jangan memancing keinginan dengan suara yangg engkau indahkan di depan lelaki, kelembutan suara itu justru saat engkau mengadu pada Allah. Jangan khawatir akan paras dan fisik, bukan itu yang membuatmu menarik. Tapi akhlaklah yang menjadikanmu bagai mahkota cantik, bagai puisi berlarik-larik yang tak pernah membosankan untuk dibaca. 

Tundukkan pandanganmu, Alah akan tinggikan derajatmu, berdoalah selalu dengan pengharapan, Allah akan kabulkan semua hajatmu. Lepaskan dirimu dari anggapan manusia, karena meraka tiada pegang kunci surga, jika kepada keputusan Allah engkau ridha, maka ridha Allah bagimu juga. 

Hafalkan Al-Qur'an bukan lelagu usang yang melalaikan, perbanyak puasa bukan berbelanja berlebih. Lafalkan hadits-hadits Rasulullah untuk lantakkan kekufuran, jaga keyakinanmu pada urusan Islam, jauhi para penjual kesesatan. Tetes air matamu bukanlah untuk lelaki, bukan pula untuk harta, airmatamu untuk engkau selalu dekat dengan Allah. 

Putriku, mohon maafkan jika aku belum bisa menjadi ayah terbaik bagimu, namun ayah berharap semoga ada sedikit kebaikan yang bisa ayah contohkan padamu.

31 Jul 2012

Pesan Ayah Untuk Anak Lelakinya

31 Jul 2012 - Dikilasinfokan Oleh : Admin ·

                                                     pesan ayah untuk anak lelakinya
Nak, hidup hanya sekali, matipun hanya sekali, maka pastikan semua itu berarti. Ingat, bagimu ketaatan itu berarti dua hal, meramaikan yang ma'ruf dan menghijab diri dari sekecil apapun mungkar. Jangan sekali-kali engkau berkompromi dengan dosa, karena sekali saja engkau berkompromi, maka akan ada kali ke dua. Bila terbersit bagimu pulang menyerah kalah, ketahuilah kenikmatan menang itu ada pada berlelah. Tinggalkan nama baik lebih baik daripada hidup dalam waktu lama, jagalah olehmu akal karena ia adalah bekal yang kekal.

Nak, harta yang engkau gunakan makan dengan nikmat itu lenyap, sedangkan yang kau infakkan di jalan dakwah itu tetap. Waktumu terlalu berharga untuk mengeluh dan bila engkau harus mengeluh, ingat bahwa ayah tak pernah contohkan itu walau berpeluh. Jiwamu haruslah kuat, jangan biarkan kelemahan menyusup dalam dada, keteguhan hati pasti selesaikan perkara. 

Jangan dengarkan kata dunia, karena ia tak punya hak akan surga, bagimu cukup dari Allah dan Rasul-NYA. Lisan yang baik penanda kedudukan yang mulia di sisi Allah, perbanyaklah membaca Al-Qur'an agar tertata lisanmu menjadi indah. 

Kita miliki rahasia lelaki, jangan kau sampaikan pada ibu, karena wanita lebih banyak khawatir daripada berpikir. Kita lelaki, tugas kita menanggung beban khawatir, karena itulah Allah ciptakan dada kita lebih kuat dan lebih kekar. Kita lelaki, tak pandai berkeluh kesah, karena berkeluh kesah adalah bagian dari masalah. Kita lelaki, nilai kita terletak pada lisan dan harga kita ditentukan oleh perbuatan. 

Nak, tiada warisan yang lebih baik daripada kata, karena terlalu banyak yang tak tersampaikan oleh harta. Tiada romantisme melebihi kasih sayang ayah pada anak lelakinya, tiada kekesatriaan melebihi bimbingan ayah pada anak lelakinya. Ayah tiada fahami sampai kapan ayah bisa terus membimbingmu, tapi ayah tahu secara pasti itu bukan selamanya. Ada waktunya di mana engkau harus berjalan sendiri, ada waktunya di mana engkaulah yang ganti membimbing buah hati. Ada kalanya di mana pelajaran dari ayah bukan lagi kau dapatkan melalui teladan, tapi engkau dapatkan dari tulisan dan ingatan. 

Semangat ayah menulis setiap kenangan bersamamu adalah semangat bahwa suatu hari tulisan akan gantikan peran ayah.

17 Jun 2012

Mengajarkan Cinta Kepada Anak

17 Jun 2012 - Dikilasinfokan Oleh : Admin ·

mengajarkan cinta kepada anak
Anda bisa belajar banyak hal dari anak-anak,misalnya menguji berapa banyak kesabaran yang Anda miliki. Cobalah bersama mereka seharian penuh dan mari kita lihat seberapa sabar Anda bersama mereka, anak-anak yang menawan, polos dan penuh mimpi.

Fakta hari ini, di mana kita sering disuguhi tontonan berita tentang dunia yang penuh dengan kekejaman dan kekerasan pada anak-anak. Jiwa tak berdosa anak-anak menjadi rusak. Sayangnya, hal-hal yang merusak pikiran mereka tak jarang berawal dari rumah. Untuk membantu anak-anak terhindar dari hal-hal negatif, satu hal yang sangat mungkin untuk dilakukan adalah mengajar mereka tentang cinta

Cinta adalah sesuatu yang sangat sederhana, namun entah bagaimana menjadi sangat rumit jika orang tidak mengenal cinta. Penting bagi orangtua untuk mengetahui bahwa mereka merupakan tokoh utama dan pemain kunci dalam mengajar anak-anak mereka tentang cinta. Di mana anak-anak Anda seharusnya belajar tentang cinta? Apakah Anda ingin anak Anda belajar tentang cinta di luar sana dengan orang lain yang mungkin tidak terlalu mengenal karakter anak Anda? 

Biarkan Anak-anak Merasa Bahwa Mereka Dicintai Tanpa Syarat
Studi menunjukkan bahwa remaja memberontak terhadap orang tua mereka karena mereka tidak yakin tentang konsep cinta dan karena mereka mempertanyakan identitas mereka. Tips pengasuhan dasar anak mengatakan: "Jangan biarkan anak merasa dibenci atau tidak diinginkan. Tidak ada yang sempurna, jadi jangan membenci anak Anda jika ia melakukan kesalahan. 

Selain itu, untuk mengajarkan ide tentang cinta tanpa syarat, jelaskan pada anak-anak bahwa ada Allah Yang Maha Mencintai hamba-hamba-NYA. Allah Maha Memaafkan mereka bahkan jika mereka membuat kesalahan. Jika seorang anak tahu bahwa mereka dicintai tanpa syarat, mereka akan mengembangkan sikap percaya, perasaan nyaman dan positif terhadap diri mereka, orang tua dan orang lain. 

Ajarkan Anak Kisah-Kisah Cinta Inspiratif
Ada banyak kisah tentang cinta yang sangat berguna bagi perkembangan jiwa anak, seperti kisah-kisah dalam Al-Qur'an dan Hadits. Ini adalah dasar dalam mengajarkan mereka berbagai jenis cinta sehingga mereka akan memahami mengapa orang menunjukkan cinta mereka dengan berbagai cara. Sejarah kehidupan Nabi Muhammad adalah contoh paling mengagumkan untuk mengajarkan anak tentang cinta.

Jadilah Teladan Yang Baik Untuk Anak Anda
Orang tua menjadi teladan dan contoh bagi anak-anaknya. Cinta harus dimulai dari rumah. Idealnya, anak-anak harus hidup dalam lingkungan di mana orang-orang tidak malu untuk menunjukkan bahwa mereka saling peduli. Seperti kata ungkapan, "Hidup adalah apa yang Anda ajarkan." Menjadi mustahil untuk menanamkan dalam diri anak-anak konsep tentang cinta, jika Anda sendiri tidak tahu bagaimana mencintai. 

Ketika anak merasa bahwa mereka dianggap penting dan keluarga mereka mencintai dan peduli kepada mereka, mereka akan merasa nyaman dan aman. Lebih dari itu jika mereka tahu bahwa mereka memiliki Allah yang Maha Sempurna yang selalu mencintai dan peduli kepada mereka tanpa syarat. 

Tahap awal pembangunan karakter anak adalah bagian yang sangat penting. Anda harus sangat berhati-hati pada prinsip Anda mendidik anak. Jika Anda mengajar mereka tentang cinta, lakukanlah dalam bahasa yang mudah dimengerti. Jangan berharap mereka untuk belajar dalam satu atau dua hari saja. Doronglah mereka untuk mengajukan pertanyaan atau jika mungkin mengajar mereka melalui contoh-contoh.

Pengajaran tentang cinta adalah pengalaman belajar seumur hidup bagi anak-anak. Tunjukkan pada anak-anak Anda bahwa Anda selalu mencintai mereka.

16 Feb 2012

Memahami Jiwa Anak

16 Feb 2012 - Dikilasinfokan Oleh : Admin ·

Anak-anak adalah miniatur manusia yang belum memiliki identitas permanen. Jiwa anak lembut dan sangat mudah terpengaruh. Pendidik anak mesti memiliki kemampuan untuk mengerti dan mengenali manusia, juga kemampuan mengenali pikiran anak. Pendidik anak harus memiliki mata yang tajam untuk mengetahui keruwetan dalam proses pengasuhan anak. Ia harus mengetahui potensi keberhasilan dan kegagalan manusia. Ia harus memiliki rasa tanggung jawab dan ketertarikan dalam pekerjaan ini. Ia harus pula bersabar dan tegar sehingga kesulitan-kesulitan dalam mendidik anak tidak menguasainya. 

Peraturan dalam mendidik anak seharusnya tidak kaku, sehingga dapat diimplementasikan pada lingkungan yang berbeda. Peraturan dalam mendidik anak harus bisa dimodifikasi dan diaplikasikan pada setiap individu anak sesuai dengan kebutuhan fisik dan kemampuan mentalnya. Para orang tua juga mesti mengamati secara cermat pertumbuhan fisik anak. 

Anak laki-laki dan perempuan harus memperoleh pengetahuan yang sama tentang pendidikan dan pelatihan sebelum menjadi orang tua. Pendidikan anak haruslah dimulai sejak lahir dan bahkan sejak masa kehamilan. Selama periode tersebut, fondasi dari sifat alami anak, perilaku dan proses berpikir mulai terbentuk.

21 Des 2011

Kebutuhan Anak Saat Remaja

21 Des 2011 - Dikilasinfokan Oleh : Admin ·

Beberapa kebutuhan anak saat memasuki usia remaja:

1. Kebutuhan primer, seperti makanan, minuman, dan pakaian.

2. Kebutuhan psikis, seperti ketenangan jiwa dan emosi.

3. Kebutuhan terhadap penerimaan dirinya oleh masyarakat.

4. Kebutuhan terhadap perhatian dan penghormatan atas dirinya.

5. Kebutuhan untuk mempelajari banyak hal yang dapat memupuk bakatnya sebagai bekal menempuh perjalanan panjang kehidupannya.

6. Kebutuhan untuk mengenal pemikiran-pemikiran yang menjadi wacana dalam masyarakat dan mengenal isi dunia, yang tentu saja disesuaikan dengan kemampuan dan kematangan anak seusia ini. 

Anak perlu mendapatkan perhatian yang ekstra ketat dalam melewati fase yang rentan ini, tetapi tentu saja dengan tetap memberinya kebebasan yang merupakan salah satu kebutuhan aslinya.

20 Des 2011

Mendidik Anak Dengan Rasa Hormat

20 Des 2011 - Dikilasinfokan Oleh : Admin ·

Dalam usianya yang dini, anak sangat membutuhkan kasih sayang dan pujian orang tuanya. Selain itu, ia juga ingin dipandang dan diberi kedudukan yang semestinya di dalam keluarga dan masyarakat. Ketika ia merasa bahwa dirinya dicintai, baik oleh ayah dan ibunya maupun oleh lingkungan sekitarnya, ia akan mudah beradaptasi dengan baik. Anak akan tumbuh dengan baik jika merasa dicintai, dihargai, dan merasa aman berada di dalam rumah.

Rasa cinta dan penghormatan yang dirasakan oleh anak sangat besar pengaruhnya terhadap semua sisi kehidupannya, seperti perkembangan bahasa, pikiran, emosi, dan kehidupan sosialnya. Anak selalu meniru perbuatan mereka yang dicintainya dan menerima nasehat, anjuran, bahkan perintah mereka. Dari merekalah ia belajar melakukan pekerjaan yang terpuji dan perilaku merekalah yang akan tampak pada perilakunya. Itu semua terjadi karena anak merasa dicintai dan dihormati.

Salah satu hal yang bisa dikategorikan sebagai perwujudan rasa cinta dan penghormatan terhadap anak adalah dengan memujinya ketika melakukan perbuatan yang terpuji meskipun sedikit, memaafkan kesalahan yang ia lakukan, tidak menganggap bodoh kata-kata dan perbuatannya, dan tidak membebaninya pekerjaan yang di luar batas kemampuannya.

Sebaiknya, dalam rangka menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang kepada anak, orang tua tidak membedakan sikap saat si anak melakukan tindakan terpuji atau berbuat kesalahan, yang bisa membuatnya terkena hukuman atau pukulan. Orang tua haruslah pandai-pandai bersikap, sehingga anak dapat merasakan bahwa ayah dan ibunya mencintainya dan tidak membencinya meskipun ia telah melakukan kesalahan.

Anak dapat kita sadarkan terhadap kesalahannya dengan cara mengajarkan secara berulang-ulang bahwa apa yang dilakukannya itu tidak disenangi oleh ayah dan ibunya, atau bahkan dibenci oleh masyarakat sekitarnya, meskipun mereka masih dan selalu mencintainya. Setelah itu, kita usahakan untuk melarangnya melakukan perbuatan salah tersebut dan menanamkan kepadanya bahwa cinta dan kasih sayang ayah dan ibu kepadanya akan lebih besar jika ia meninggalkan perbuatan itu.

5 Nov 2011

Mendidik Anak Tanpa Banyak Larangan

5 Nov 2011 - Dikilasinfokan Oleh : Admin ·

Memiliki putra-putri yang memasuki masa remaja memang harus lebih waspada. Pasalnya, hasrat keingintahuan mereka sedang meletup-letup. Parahnya, di satu sisi mereka tak memiliki bekal pengetahuan yang cukup. Karena  itu, orang tua dapat menjadi jembatan dalam memberikan wawasan yang mereka inginkan. Jika mereka dibiarkan sendiri mencari jawaban dari hasrat keingintahuannya, tak jarang jalan yang mereka tempuh pun tidak sesuai dengan norma-norma dan etika yang berlaku di masyarakat.

Sebaiknya mereka tidak dilarang ini dan itu. Justru, sebenarnya mereka hanya membutuhkan wawasan atau paparan akan konsekuensi dari setiap perbuatan yang dilakukannya. Karenanya, lakukan diskusi dengan anak mengenai hal tersebut dimana orangtua berperan dalam hal ini. 

Surat Cinta Untuk Anak

- Dikilasinfokan Oleh : Admin ·

Anakku, kita terikat oleh nasib untuk menjalani hubungan sebagai orang tua dan anak. Semua orang tua tidak dapat memilih siapa-siapa saja yang akan dilahirkannya menjadi anak, sebagaimana setiap anak tidak dapat memilih pada orang tua mana ia akan lahir sebagai seorang anak.

Tapi, setiap orang tua dapat memilih cara yang akan ditempuhnya untuk membesarkan si anak. Setiap orang tua juga dapat memilih warisan yang akan diberikan pada si anak, kebaikan atau keburukan. Setiap orang tua dapat memilih kata-kata dan tingkah laku apa yang akan ditunjukkan dan dicontohkan pada si anak. Termasuk aku dan ibumu, kami juga memiliki pilihan-pilihan itu.

Setiap anak dapat memilih tanggapan apa yang akan diberikannya pada sikap dan tingkah laku orang tuanya. Setiap anak juga dapat memilih cara apa yang akan ditempuhnya untuk membahagiakan orang tuanya. Termasuk dirimu, engkau juga memiliki pilihan-pilihan itu.

Anakku, aku dan ibumu bersyukur atas kehadiranmu di keluarga kecil ini. Bisa saja engkau hadir di keluarga lain, rumah lain, atau kota lain. Tapi ternyata engkau hadir di sini. Engkau anak kami, kami orang tuamu, itu bukan pilihan, itu sudah ditentukan.

Tapi kita (aku, ibumu, dan engkau) punya banyak sekali pilihan pikiran, sikap, kata-kata, dan tindakan untuk kita isikan dalam perjalanan hubungan kita sebagai orang tua dan anak.
 
Aku berdoa, agar kita selalu diberi kekuatan agar tetap bijaksana, dan terus semakin bijaksana dalam mengambil pilihan-pilihan kita.

Selamat Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya anakku, tetaplah di jalan ini, jalan cinta para manusia yang senantiasa menghambakan hidupnya hanya kepada Allah, kami orang tuamu akan selalu  menjagamu.

Puisi Anak - Jika Anak Dibesarkan

- Dikilasinfokan Oleh : Admin ·

Jika anak dibesarkan dengan celaan, dia belajar memaki 

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan/kekerasan, dia belajar membenci 

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, dia belajar rendah diri 

Jika anak dibesarkan dengan hinaan, dia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, dia belajar menahan diri 

Jika anak dibesarkan dengan pujian, dia belajar menghargai 

Jika anak dibesarkan dengan dorongan, dia belajar percaya diri 

Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, dia belajar keadilan 

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, dia belajar menaruh kepercayaan 

Jika anak dibesarkan dengan dukungan, dia belajar menyenangi dirinya 

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, dia pun belajar menemukan cinta dalam kehidupan

(Dorothy Law Nolte)

Puisi Anak - Tanya Sang Anak

- Dikilasinfokan Oleh : Admin ·

Konon pada suatu desa terpencil
Terdapat sebuah keluarga
Terdiri dari sang ayah dan ibu
Serta seorang anak gadis muda dan naif

Pada suatu hari sang anak bertanya pada sang ibu
"Ibu, mengapa aku dilahirkan wanita?"
Sang ibu menjawab, ”Kerana ibu lebih kuat dari ayah!”
Sang anak terdiam dan berkata, ”Kenapa jadi begitu?”

Sang anak pun bertanya kepada sang ayah
"Ayah, kenapa ibu lebih kuat dari ayah?"
Ayah pun menjawab, ”Kerana ibumu seorang wanita!"
Sang anak kembali terdiam

Dan sang anak pun kembali bertanya
"Ayah, apakah aku lebih kuat dari ayah?"
Dan sang ayah pun kembali menjawab, ” Iya, kau adalah yang terkuat!”
Sang anak kembali terdiam dan sesekali mengerut dahinya.

Dan dia pun kembali melontarkan pertanyaan yang lain
"Ayah, apakah aku lebih kuat dari ibu?"
Ayah kembali menjawab, ”Iya kaulah yang terhebat dan terkuat!”
“Kenapa ayah, kenapa aku yang terkuat?" Sang anak pun kembali melontarkan pertanyaan.

Sang ayah pun menjawab dengan perlahan dan penuh kelembutan, “Kerana engkau adalah buah dari cintanya!"
Cinta yang dapat membuat semua manusia tertunduk dan terdiam, cinta yang dapat membuat semua manusia buta, tuli serta bisu.

Dan kau adalah segalanya buat kami
Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami
Tawamu adalah tawa kami
Tangismu adalah air mata kami
Dan cintamu adalah cinta kami

Dan sang anak pun kembali bertanya
"Apa itu Cinta, Ayah?"
"Apa itu cinta, Ibu?'
Sang ayah dan ibu pun tersenyum
Dan mereka pun menjawab, ”Kau, kau adalah cinta kami sayang!"
(Khalil Gibran)

© 2015 Kumpulan Tulisan. All rights reserved.