Terbaru
Home »
Opini
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
6 Nov 2013
6 Nov 2013
- Dikilasinfokan Oleh : Unknown ·

Institusi keagamaan (pesantren) dan tradisi keagamaannya dihadapkan pada kompleksitas global yang membawa ide-ide kosmopolit sekularis yang menawarkan peluang dan tantangan. Ide-ide kosmopolit yang ditawarkan adalah pluralisme yang memiliki beragam kepentingan. Aksioma pluralisme dapat mengarah pada kebebasan tanpa batas yang menyebabkan individu mudah melakukan apa saja tanpa mempertimbangkan dimensi moral, agama dan kemanusiaan. Kemudahan melakukan apa saja di era globalisasi banyak disebabkan oleh pesatnya perkembangan sains dan tekhnologi, yang satu sisi memberikan kemudahan hubungan dan terbukanya aneka ragam informasi yang memungkinkan individu dalam masyarakat meniru gaya hidup kosmopolit, dan pada sisi lain dapat menimbulkan perubahan dan pergeseran nilai.
Pengaruh globalisasi terhadap elemen-elemen pondok pesantren memang tidak sampai menyentuh pada wilayah aqidah, tetapi secara spesifik terlihat pada beberapa hal:
Santri di era globalisasi yang terpengaruh globalisasi dari media massa, media cetak dan media sosial online, terlihat lebih kritis dibandingkan dengan santri sebelum era globalisasi yang dahulunya terkesan patuh mutlak terhadap ustadznya. Karena pengaruh globalisasi pula disiplin santri dalam melaksanakan norma agama relatif berkurang.
Globalisasi budaya, informasi dan komunikasi secara signifikan mempengaruhi format hidup ustadz yang teridentifikasi pada cara berpakaian, meningkatnya cakrawala berpikir dan keinginan mengkonsumsi produk-produk global serta cenderung bergaya demokratis, yang mana sebelum era globalisasi terlihat masih tetap menjalankan format hidup sederhana, kharismatik dan otokratik.
Era globalisasi yang juga ditandai dengan globalisasi ekonomi dan politik terindikasi mendangkalkan dan menumpulkan artikulasi ilmu-ilmu agama dan fungsi-fungsi tradisonal pondok pesantren terutama dalam reproduksi ulama.
Globalisasi tampaknya akan terus bergulir lewat berbagai media, dan diyakini akan semakin mempengaruhi format kehidupan sosial terutama kehidupan berpesantren.
Tags: pondok pesantren tradisional, globalisasi
3 Nov 2013
3 Nov 2013
- Dikilasinfokan Oleh : Unknown ·
Keyakinan bahwa semua orang diciptakan sama dan bahwa kita semua memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil dalam hidup pada dasarnya salah. Yang benar adalah bahwa kita diciptakan tidak sama dalam kemampuan untuk mencapai kesuksesan. Memang, setiap orang memiliki seperangkat kekuatan unik yang dapat membantunya dalam mencapai kesuksesan yang diinginkannya. Benar bahwa setiap orang juga memiliki tantangan unik tersendiri yang menghambatnya dalam mencapai kesuksesan. Tapi, tidak semua orang cukup beruntung untuk tumbuh berkembang dan hidup sukses dan merekalah orang-orang yang harus dibantu dan diberikan dukungan.
Jika seorang anak lahir cacat atau tumbuh di lingkungan yang miskin, kumuh atau kriminal, mereka dipastikan tidak memiliki kesempatan yang sama untuk sukses bila dibandingkan dengan anak yang lahir sehat, hidup dalam keluarga yang berpenghasilan tinggi, hidup penuh kasih sayang dan hidup di lingkungan yang bagus.
Karena Anda dilahirkan dengan beberapa kelebihan dan keuntungan dibanding dengan yang lain, mungkin Anda dapat membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik bagi semua.
Kita semua memiliki pandangan dan pendapat yang berbeda dan semua orang bebas untuk mengekspresikan pandangannya sesuai dengan keinginan mereka. Di negeri ini kita masih memiliki hak untuk bebas berekspresi. Jika Anda bepergian ke bagian dunia yang lain, Anda akan melihat bahwa negara-negara lain tidak memiliki keunggulan yang sama dalam hal kebebasan individu dan standar hidup. Di Israel misalnya, penjaga bersenjata berdiri di pintu masuk mal untuk memeriksa tas setiap pengunjung. Di negara lain, Anda melihat anak-anak mengemis untuk makan. Di negara yang sedang dilanda perang, Anda melihat jutaan pengungsi akibat kekerasan karena perjuangan untuk kebebasan hak sebagai manusia.
Sudut pandang saya sederhana, jika kita benar-benar ingin semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk sukses dalam hidup, maka kita perlu untuk memperpanjang tangan kita membantu mereka yang membutuhkan. Hal ini tidak terbatas pada dukungan keuangan. Memberikan cinta, perawatan, bimbingan dan mentoring merupakan aspek penting yang sedang perlahan hilang dari kehidupan ini. Siapapun yang mampu menyediakan fungsi-fungsi dukungan dan bantuan bisa segera mengambil peran.
Tulisan ini bukan tentang menjadi merah, hitam, putih, kuning, biru atau lainnya, tetapi hanya tentang menjadi manusia.
Tags: tidak sama
Jika seorang anak lahir cacat atau tumbuh di lingkungan yang miskin, kumuh atau kriminal, mereka dipastikan tidak memiliki kesempatan yang sama untuk sukses bila dibandingkan dengan anak yang lahir sehat, hidup dalam keluarga yang berpenghasilan tinggi, hidup penuh kasih sayang dan hidup di lingkungan yang bagus.
Karena Anda dilahirkan dengan beberapa kelebihan dan keuntungan dibanding dengan yang lain, mungkin Anda dapat membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik bagi semua.
Kita semua memiliki pandangan dan pendapat yang berbeda dan semua orang bebas untuk mengekspresikan pandangannya sesuai dengan keinginan mereka. Di negeri ini kita masih memiliki hak untuk bebas berekspresi. Jika Anda bepergian ke bagian dunia yang lain, Anda akan melihat bahwa negara-negara lain tidak memiliki keunggulan yang sama dalam hal kebebasan individu dan standar hidup. Di Israel misalnya, penjaga bersenjata berdiri di pintu masuk mal untuk memeriksa tas setiap pengunjung. Di negara lain, Anda melihat anak-anak mengemis untuk makan. Di negara yang sedang dilanda perang, Anda melihat jutaan pengungsi akibat kekerasan karena perjuangan untuk kebebasan hak sebagai manusia.
Sudut pandang saya sederhana, jika kita benar-benar ingin semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk sukses dalam hidup, maka kita perlu untuk memperpanjang tangan kita membantu mereka yang membutuhkan. Hal ini tidak terbatas pada dukungan keuangan. Memberikan cinta, perawatan, bimbingan dan mentoring merupakan aspek penting yang sedang perlahan hilang dari kehidupan ini. Siapapun yang mampu menyediakan fungsi-fungsi dukungan dan bantuan bisa segera mengambil peran.
Tulisan ini bukan tentang menjadi merah, hitam, putih, kuning, biru atau lainnya, tetapi hanya tentang menjadi manusia.
Tags: tidak sama
1 Nov 2013
1 Nov 2013
- Dikilasinfokan Oleh : Unknown ·

Para peneliti bertanya-tanya: Apakah lebih mudah berbohong, menipu, mencuri, dan terlibat dalam perilaku yang tidak etis lainnya di sore hari daripada di pagi hari? Para peneliti ingin menguji apakah aktifitas normal di siang hari cukup untuk menguras kontrol diri dan meningkatkan perilaku yang tidak jujur setelah siang hari.
Peserta yang umumnya mahasiswa ditunjukkan berbagai pola titik pada layar komputer. Mereka diminta untuk mengidentifikasi jumlah titik yang ditampilkan di sisi kiri dan kanan layar komputer. Para peserta dibayar berdasarkan hasil identifikasi mereka tentang sisi layar yang memiliki lebih banyak titik dan mereka dibayar 10 kali lipat jika mereka memilih sisi kanan daripada kiri. Artinya, peserta berpeluang mendapatkan bayaran yang lebih banyak jika memilih sisi kanan, bahkan jika jumlah titik agaknya lebih banyak di sisi sebelah kiri. Hasilnya, peserta yang diuji pada pukul 08:00 - 12:00 lebih jujur dibandingkan dengan peserta yang diuji pada pukul 12:00 - 18:00. Para peneliti kemudian menyebut kasus ini sebagai "efek moralitas pagi hari".
Selain itu, peneliti juga menguji kesadaran moral para peserta di pagi dan sore hari dengan fragmen kata seperti "__ RAL" dan "E_ __ C_ _". Peserta pagi lebih banyak membentuk kata-kata "moral" dan "ethical," sedangkan peserta sore cenderung membentuk kata-kata "coral" dan "effects". Hal ini semakin membuktikan kebenaran "efek moralitas pagi".
Para peneliti mencatat bahwa hasil penelitian mereka dapat memberi implikasi bagi organisasi atau perusahaan yang ingin mengurangi perilaku tidak etis para karyawannya. Misalnya, sebuah organisasi atau perusahaan mungkin perlu lebih waspada terhadap pelanggan atau karyawan mereka di sore hari daripada di pagi hari.
Tags: lebih mudah berbohong di sore hari
6 Okt 2013
6 Okt 2013
- Dikilasinfokan Oleh : Unknown ·

Apa yang termaksud dalam kata "benci" di atas bukanlah yang selama ini difahami sebagai penyebab permusuhan, peperangan atau kekejaman. Kebencian bukanlah kata-kata yang mesti ditakuti. Tapi yang sebenarnya berbahaya dalam hubungan orang tua-anak adalah ketidakpedulian.
Ketika orang tua sudah acuh tak acuh terhadap anaknya, ketika orang tua benar-benar sudah tidak peduli lagi terhadap anak-anaknya, saat itulah sebenar-benarnya masalah sedang dimulai.
Sedangkan kebencian hanyalah sisi lain dari cinta. Kita tidak akan repot-repot membenci seseorang, jika mereka tidak berarti banyak bagi kita, jika kita tidak merasakan suatu ikatan yang kuat dengan mereka. Perasaan benci lahir dari perasaan cinta yang merasa dikecewakan.
Yang umum sering terjadi adalah orang tua marah dan benci kepada anaknya karena orang tua telah merasa berusaha keras mencintai anak-anaknya tapi si anak berperilaku tidak sesuai dengan kemauan orang tuanya.
Sebagai orang tua, kita harus jujur bahwa terkadang kita menemukan diri kita sengaja "kejam" kepada anak. Maksudnya, bahwa perilaku "kejam" kita kepada anak sering terjadi di saat kita merasa gagal memenuhi harapan kita tentang diri kita sebagai orang tua dan ketika anak-anak kita gagal memenuhi harapan kita.
26 Sep 2013
26 Sep 2013
- Dikilasinfokan Oleh : Unknown ·

Mengapa Anda mengklik halaman ini?
Apakah Anda yakin bahwa Anda akan menemukan di sini apa yang Anda cari?
Seperti judul halaman ini?
Atau
Anda mengira sekumpulan foto-foto yang paling mempesona sedang menunggu Anda di sini?
Apa yang membuat Anda berpikir seperti itu?
Maksud saya, apa sebenarnya yang terjadi di sini?
Kini
Saatnya mengambil kesempatan terbaik dalam hidup Anda. Lihat diri Anda!
Coba duduk yang tenang dan manis!
Simak baik-baik sampai di bagian akhir halaman ini!
Sehingga Anda menemukan apa yang membuat Anda membuka halaman ini.
Sekarang
Apa yang Anda pikirkan?
Apa yang Anda sedang cari dalam hidup ini?
Sesuatu yang membuat Anda benar-benar tertarik?
Sesuatu yang dapat membuat hidup Anda bergairah?
Apapun jawabannya, sesuatu perlu diganti. Sesuatu dalam pikiran Anda harus diubah.
Sekarang
Anda sudah membuang terlalu banyak waktu Anda.
Lihatlah hidup ini sekali lagi, sekumpulan waktu yang begitu menakjubkan. Begitu banyak peluang yang tersedia untuk Anda.
Anda - ya Anda - pasti dapat membuat perbedaan yang baik dan berguna untuk diri Anda dan untuk orang lain.
Kekuatan yang sama yang telah membawa Anda ke halaman ini bisa membawa Anda ke banyak hal yang bermanfaat dan berguna bagi hidup Anda.
Hidup Anda adalah apa yang Anda lakukan selama Anda hidup.
Anda belum terlambat.
Bangkit.
Meskipun itu hanya 5 menit.
Rasakan bagaimana Anda bernafas.
Atau coba temui seseorang yang sudah lanjut usia dan tanya bagaimana kabarnya hari ini.
Atau apa saja yang bermakna.
Selamat.
Anda sudah membuat perubahan yang berarti.
Percaya diri Anda.
Anda harus bersemangat untuk masa depan yang lebih baik.
Tarik nafas Anda.
Keluarkan pelan-pelan.
Sekarang.
Hiduplah yang bermanfaat untuk diri Anda, keluarga Anda dan mereka yang Anda cintai.
23 Sep 2013
23 Sep 2013
- Dikilasinfokan Oleh : Unknown ·

Skenario di atas kemungkinan besar sudah akrab dan merupakan contoh bagaimana kita sebagai konsumen membuat penilaian dan cenderung mengandalkan perasaan dan emosi saat berbelanja. Tentu saja, hal tersebut tidak selalu terjadi terutama jika Anda meluangkan waktu untuk membandingkan antara barang yang Anda butuhkan dengan pilihan alternatif lainnya.
Ikatan emosional dengan merek tertentu tumbuh berkembang dari dari waktu ke waktu dalam memori ingatan kita secara non-sadar. Ketika ingatan kita "diingatkan" kembali, yang terjadi bukan hanya asosiasi kognitif dengan merek tertentu, seperti manfaat atau fitur, tetapi juga perasaan emosional tentang merek itu. Sering kali sulit bagi konsumen atau pemilih untuk menjelaskan alasan yang tepat mengapa menyukai merek tertentu. Hal ini karena ikatan emosional melibatkan persepsi holistik.
Iklan dan Emosi
Iklan secara intens menyerang respon emosional dari konsumen. Selain itu, kondisi pikiran konsumen saat melihat iklan juga ikut mempengaruhi respon emosionalnya. Artinya, konsumen membuat pilihan yang konsisten dengan keinginan untuk mengelola tingkat rangsangan emosionalnya. Misalnya, bagaimana iklan pemutih kulit secara intens menyerang respon emosional para konsumen bahwa kalau mau kelihatan cantik, kulit harus putih.
Dalam iklan, pesan-pesan emosional laten sangatlah penting. Sumbernya? Berbagai emosi yang muncul melalui interaksi konsumen dengan lingkungan sosial dan alam. Artinya, konsumen sudah memiliki pendapat dan emosi pada sejumlah hal dalam kehidupan sehari-harinya, sebagian besarnya bahkan tanpa disadari.
Secara umum, setiap orang mengandalkan keadaan afektifnya untuk dijadikan preferensi, artinya, ketika dihadapkan dengan pilihan antara 2 produk yang berbeda, konsumen bertanya pada dirinya sendiri, "Apakah saya merasa lebih baik dengan ini atau itu?".
Strategi Iklan
Ketika membuat dan mengelola sebuah iklan, sangat penting untuk memasuki dunia tersembunyi dalam asosiasi kode sambil tetap menjaga pencitraan dan kepribadian konsisten dari merek yang diiklankan agar konsumen memiliki hubungan emosional yang kuat dengan merek tersebut. Dalam salah satu bukunya, Philip Kotler mengakui kebutuhan untuk membuat strategi iklan berbasis konsumen yang lebih holistik dan menarik bagi seluruh orang, strategi iklan yang menggunakan taktik pesan afektif agar terjadi respon kognitif dari konsumen, sambil tetap menyertakan penggunaan daya tarik emosional yang halus dan tersembunyi.
16 Sep 2013
16 Sep 2013
- Dikilasinfokan Oleh : Unknown ·

Salah satu perilaku yang terkenal dalam media sosial adalah orang cenderung saling mempengaruhi satu sama lain. Pertanyaannya, apakah yang mempengaruhi setiap orang bisa berperilaku sama secara online? Sebuah penelitian yang mencoba membandingkan cara orang men-tweet yang dikaitkan dengan emosi tertentu seperti marah, sedih atau bahagia. Tweet dengan jenis emosi yang manakah yang paling mempengaruhi orang lain secara online?
Metode:
Selama 6 bulan, peneliti mengumpulkan sekitar 70 juta tweet dari sekitar 200.000 pengguna untuk mengetahui apakah mereka saling berinteraksi dengan cara saling mengirimkan pesan atau saling me-retweet tweet masing-masing. Pada prosesnya, peneliti menentukan sentimen untuk setiap tweet dengan menggunakan 4 kategori emoticon yaitu kegembiraan, kesedihan, kemarahan dan jijik. Selanjutnya, peneliti mempelajari tweet yang menyebar melalui media sosial. Misalnya, jika satu orang menulis tweet marah, sedih atau senang, seberapa besar pembaca yang akan meretweet sentimen yang sama dan seterusnya?
Hasil:
Hasilnya menunjukkan bahwa tweet yang mengandung emosi kemarahan paling mempengaruhi pembaca daripada tweet dengan emosi lain seperti sukacita ataupun kesedihan. Sedangkan tweet yang mengandung emosi kesedihan dan jijik memiliki korelasi yang sangat kecil antara pengguna. Kesedihan dan rasa jijik sulit menyebar melalui media sosial. Adapun tweet dengan pesan yang menyenangkan memiliki korelasi lebih besar antara pembaca daripada tweet sedih atau jijik, dan korelasi yang lebih kecil dibandingkan dengan tweet yang mengandung kemarahan.
Kesimpulan:
Sebuah temuan yang bisa memiliki implikasi yang signifikan bagi pemahaman kita tentang cara informasi menyebar melalui media sosial. Jadi, jika Anda ingin menyebarkan sebuah pesan dengan cepat di media sosial, cobalah beri kesan bahwa Anda sedang marah.
Sumber:
Anger is More Influential Than Joy: Sentiment Correlation in Weibo
11 Sep 2013
11 Sep 2013
- Dikilasinfokan Oleh : Unknown ·

Kontroversi Hati
Arti: Gejolak di dalam hati yang saling bertentangan dan menggambarkan kebimbangan.
Contoh: "Duh, kontroversi hati nih gue. Mending makan ayam atau ikan ya?"
Konspirasi Kemakmuran
Arti: Sebuah kondisi di mana kemakmuran menjadi sebuah hal yang hakiki dan sangat dibutuhkan.
Contoh: "Duh pengen jalan-jalan tapi gak punya duit nih, bener-bener konspirasi kemakmuran nih liburan."
Harmonisisasi
Arti: Proses menuju harmonisasi.
Contoh: "Kurang kompak nih, kita harus harmonisisasi."
Mempertakut
Arti: Membuat menjadi lebih takut.
Contoh: "Wah belum jera juga nih mereka, kita harus memikirkan sesuatu untuk mempertakut mereka."
Statusisasi Kemakmuran
Arti: Proses penentuan status kemakmuran.
Contoh: "Kemakmuran si A belum diketahui karena ia belum melalui proses statusisasi kemakmuran."
Labil Ekonomi
Arti: Suatu kondisi di mana keadaan ekonomi seseorang sedang tidak stabil.
Contoh: "Aduh gue gak ikut deh bro, lagi labil ekonomi nih."
6 Sep 2013
6 Sep 2013
- Dikilasinfokan Oleh : Unknown ·

Kebanyakan orang lebih fokus menjaga dan merawat penampilan luar, seperti bagaimana agar selalu terlihat langsing, bugar, sehat, menarik, dll. Tentu saja semua itu penting, tetapi aspek yang paling penting adalah tubuh kita tidak mungkin tetap sehat kecuali bila kita memiliki otak yang sehat.
Beberapa tahun terakhir jumlah orang yang mengalami gangguan mental meningkat drastis, bukan hanya orang dewasa tetapi juga telah menulari anak-anak.
Langkah-langkah yang sangat penting dalam proses memiliki otak yang sehat adalah:
Cobalah Untuk Menjauhkan Stres Dari Keseharian Anda
Stres (perasaan tertekan) adalah masalah umum kebanyakan orang. Perlu diketahui bahwa otak kita merespon setiap tekanan yang kita rasakan, meskipun beberapa jenis stres baik untuk otak, tetapi jika perasaan terus menerus berada dalam situasi tertekan, pada akhirnya dapat berubah menjadi gangguan psikologis.
Kenali Diri Anda
Biasanya orang yang memiliki otak yang sehat hidupnya juga sehat dan bahagia. Untuk meminimalkan risiko terjangkit gangguan mental, Anda perlu memahami dengan baik kebutuhan Anda (bukan keinginan Anda) dan bagaimana menanganinya. Bila Anda sudah terbiasa mengutamakan kebutuhan di atas keinginan-keinginan, maka otomatis akan mengurangi kemungkinan Anda terkena gangguan emosional. Tentu saja tidak semua masalah psikologis bisa dicegah dengan cara ini, tetapi jika Anda bertanya kepada saya, cara inilah yang diperlukan untuk dapat hidup lebih sehat dan lebih baik.
Lingkungan
Salah satu sifat dasar manusia adalah gampang terpengaruh. Anda perlu menganalisa suatu lingkungan sebelum Anda berada di sana, apakah orang-orangnya baik atau sebaliknya. Karena secara kejiwaan, mereka yang menghabiskan banyak waktu bersama-sama akan saling meniru kebiasaan masing-masing.
Ada banyak faktor yang dapat memicu gangguan mental, tapi saya percaya, jika Anda terbiasa menjaga dan merawat kesehatan otak Anda dan berusaha menghindari dan memblokir hal-hal dari "luar diri" yang berpeluang mengganggu kesehatan otak Anda, maka Anda telah meminimalkan kemungkinan terkena gangguan mental.
Sebagai penutup tulisan saya, sebuah ungkapan kata-kata yang mungkin baik untuk menjadi renungan kita bersama: "Orang-orang dengan karakter yang cenderung sama akan saling menemukan satu sama lain".
5 Sep 2013
5 Sep 2013
- Dikilasinfokan Oleh : Unknown ·

John Maltby menemukan 6 alasan utama mengapa orang mencari ketenaran:
- Intensity (misalnya: "Tak ada yang saya inginkan kecuali menjadi terkenal")
- Vulnerability (misalnya: "Saya ingin menjadi terkenal karena akan membantu saya mengatasi masalah")
- Celebrity Life-Style (misalnya: "Saya ingin menjadi kaya")
- Drive (misalnya: "Saya bekerja keras setiap hari untuk menjadi terkenal")
- Perceived Suitability (misalnya: "Saya sudah memiliki apa yang dibutuhkan untuk menjadi terkenal")
- Altruistic (misalnya: "Saya ingin menjadi terkenal sehingga saya dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat")
Motivasi utama untuk menjadi tenar atau terkenal paling banyak dipengaruhi oleh Perceived Suitability, Intensity dan Celebrity Life-Style. Yang mengejutkan adalah ternyata motivasi paling kuat untuk menjadi terkenal sangat terkait dengan narsisme (elo' diaseng). Sebaliknya, orang-orang yang sikapnya menyenangkan dan penuh persahabatan lebih cenderung termotivasi oleh kepentingan Altruistic, sedangkan mereka yang teliti cenderung lebih termotivasi oleh Drive.
Sebuah studi lain oleh Dara Greenwood dan rekan-rekannya menemukan 3 alasan utama mengapa orang mencari ketenaran:
- Keinginan untuk dilihat/dihargai (misalnya: "Berada di sampul majalah, diakui di depan umum")
- Keinginan memiliki status elit dan bergaya hidup mewah (misalnya: "Melakukan perjalanan dengan fasilitas serba high-class, menginap di resor yang eksklusif, hidup di sebuah rumah mewah")
- Keinginan menggunakan ketenaran untuk membantu orang lain (misalnya: "Mampu membantu keuangan keluarga dan teman-teman, menjadi panutan bagi orang lain")
Keinginan untuk dilihat/dihargai adalah alasan terbesar untuk menjadi terkenal, diikuti oleh keinginan untuk memiliki status elit dan kemudian motivasi membantu orng lain.
Untuk melihat lebih jauh alasan di balik keinginan menjadi terkenal, para peneliti juga mengukur frekuensi berfantasi tentang ketenaran. Para peneliti itu menemukan bahwa orang-orang narsis fokus pada keinginan untuk dilihat/dihargai. Sedangkan mereka yang ingin menjadi terkenal karena termotivasi ingin memiliki status elit dan bergaya hidup mewah, umumnya dikarenakan mereka merasa terkucilkan dalam kehidupan sosial. Adapun mereka yang ingin menjadi terkenal agar bisa membantu orang lain, umumnya memiliki jaringan sosial yang penuh persahabatan, percaya diri bahwa mereka dihargai oleh orang lain dan cenderung selalu menampakkan suasana hati yang positif dan penuh semangat.
1 Sep 2013
1 Sep 2013
- Dikilasinfokan Oleh : Unknown ·

Sejarah panjang manusia pernah melahirkan contoh-contoh pemimpin yang penuh kepedulian terhadap rakyatnya, mulai dari para nabi sampai tokoh-tokoh dunia yang senantiasa dikenang dan dirindukan karena kepemimpinannya yang sejuk, lembut dan peduli.
Pemimpin Adalah Guru
Salah satu arti guru adalah pengusir kegelapan. Seseorang disebut guru karena dari dalam dirinya muncul kharisma/cahaya yang mampu mengusir kegelapan. Seseorang menjadi berkharisma jika perbuatannya mengikuti ucapannya.
Pengertian yang lain dari guru adalah seseorang yang tidak melakukan keburukan-keburukan dan kejahatan-kejahatan baik kepada dirinya sendiri maupun kepada orang lain. Bahkan pikiran, ucapan dan perbuatannya pun jauh dari jahat dan buruk.
Pemimpin Adalah Perawat
Salah satu pengertian pemimpin adalah perawat. Pemimpin tidak saja merawat dirinya sendiri tetapi juga merawat rakyatnya. Pemimpin yang merawat rakyatnya baik-baik akan dirawat oleh rakyatnya secara baik-baik juga. Meminjam pendapat seorang psikolog, "Rakyat yang tidak dirawat oleh pemimpinnya secara baik akan berubah menjadi penyakit bagi si pemimpin."
28 Agu 2013
28 Agu 2013
- Dikilasinfokan Oleh : Unknown ·

Falsafah Kerja Keras
Sistem permainan Barca mengandalkan pressing ketat selain mengandalkan pemain yang bertipe perebut bola untuk merebut bola kembali dari lawan. Messi juga telah mahir dalam sistem ini, bahkan seringkali pergerakannya dan kemampuannya merebut bola menjadi awal sebuah serangan mematikan Barcelona.
Falsafah Bertahan Dalam Tekanan
Messi sering menjadi sasaran bek-bek lawan untuk dihentikan dan dijatuhkan setiap kali ia membawa bola. Satu hal yang nyata dari Messi adalah tidak cukup jika hanya seorang pemain lawan untuk menghentikan atau menjatuhkannya. Meskipun tubuhnya kecil dan tidak menunjang untuk melakukan duel fisik, Messi memiliki keseimbangan yang luar biasa dan tidak mudah jatuh meskipun berlari dengan kecepatan tinggi.
Falsafah Kesabaran
Messi telah mampu menguasai bagian ini dengan sangat baik. Dengan kemampuan menyerangnya yang tak perlu diragukan lagi, Messi telah tahu kapan waktu menyerang dan kapan waktu bertahan dan bersabar dengan memperlambat tempo permainan. Dalam sistem permainan Tiki Taka Barca, penting bagi seorang pemain untuk tetap tenang dan sabar saat memegang bola sekaligus berpikir cepat apa yang harus dilakukan selanjutnya. Messi sadar betapa pentingnya untuk tidak selalu menyerang dengan kecepatan penuh sepanjang pertandingan. Tidak hanya berguna bagi karirnya, tetapi juga akan membuatnya menjadi pemain yang lebih baik secara keseluruhan.
Falsafah Sinergi
Sinergi adalah interaksi elemen yang apabila dikombinasikan akan menghasilkan efek menyeluruh yang lebih besar daripada jumlah elemen itu sendiri. Sederhananya, keberhasilan individu selalu memainkan faktor kunci dalam sebuah tim tetapi tidak pernah lebih penting daripada tim itu sendiri. Messi adalah contoh terbaik dalam hal ini. Tak ada yang meragukan komitmennya kepada tim.
Falsafah Membantu Yang Lain
Kemampuan Messi untuk membantu dan menjadi penghubung dalam permainan dan menciptakan peluang bagi rekan setimnya membuatnya dua kali lebih mematikan. Bahkan dirinya juga disebut sebagai salah satu pemilik passing terbaik.
Falsafah Seimbang Antara Bangga dan Rendah Hati
Setiap pemain hebat memiliki campuran antara kebanggaan dan kerendahan hati. Tetapi hanya sedikit yang mampu memiliki keseimbangan dalam keduanya. Messi telah mengajarkan bagaimana cara menunjukkan skill dan membanggakan bakat yang dimiliki sekaligus tetap rendah hati. Messi mengajarkan bahwa kerendahan hati membuat kita mendapat rasa hormat dari rekan bahkan juga dari lawan. Inilah mengapa Messi begitu dicintai oleh banyak orang.
Falsafah Menjadi Yang Terbaik
Ada perbedaan antara menjadi pemenang dan menjadi seorang legenda. Beberapa pemain selalu dikenang oleh zaman karena tidak hanya tahu bagaimana menjadi seorang atlet yang besar. Tetapi juga karena mereka tahu bagaimana membawa diri dalam kehidupan dan bersikap dengan baik. Messi mungkin menjadi salah satu pemenang terbaik dalam sejarah sepakbola, tetapi pembedanya dengan pemain lain adalah bagaimana ia memenangkannya dan bagaimana ia menjadi yang terbaik.
11 Agu 2013
11 Agu 2013
- Dikilasinfokan Oleh : Admin ·

Pada suatu hari seorang anak muda melamar pekerjaan ke pabrik pengolahan kayu. Ia sangat senang karena lamarannya diterima. Pimpinan perusahaan memberinya kapak dan menunjukkan pohon mana saja yang boleh ia ditebang. Pada hari pertama ia bisa menebang 12 pohon. "Selamat, pertahankan prestasimu," kata sang pimpinan.
Tersemangati oleh kata-kata pimpinannya tadi, anak muda itu semakin bekerja dengan keras. Namun pada hari berikutnya ia hanya bisa menebang 11 pohon. Hari ke tiga, meski ia bekerja semakin keras, ia hanya bisa menebang 9 pohon. Hari ke empat, ia bekerja lebih keras lagi, namun ia hanya bisa menebang 6 pohon.
"Saya sepertinya kehilangan kekuatan," pikir anak muda itu. Ia pun menemui pimpinannya dan meminta maaf atas kinerjanya yang buruk. Ia tidak tahu apa yang terjadi.
"Kapan terakhir kali kamu mengasah kapakmu?" tanya sang pimpinan.
"Mengasah kapak? Saya tak punya waktu untuk mengasah kapak. Saya sibuk menebang pohon."
"Kapak yang saya berikan padamu itu tajam karena masih baru. Kapakmu harus selalu diasah agar selalu tajam jika kamu gunakan bekerja.”
Seperti itulah kehidupan. Terkadang Setiap hari kita begitu sibuk bekerja sehingga tak punya waktu untuk mengasah "kapak" kita. Padahal setiap kita di waktu-waktu tertentu butuh sejenak menghentikan pekerjaaan untuk mengasah "kapak" diri kita, untuk menghirup udara cinta dengan saling memaafkan dan merasakan indahnya berbagi dengan zakat fitrah, untuk berefleksi dan berkontemplasi, untuk belajar dan berkembang lagi.
Mudik bisa menjadi momen yang sangat tepat untuk mengasah "kapak" diri kita, untuk menikmati "berhenti" sejenak dari segala rutinitas kesibukan, untuk menyerap energi dan semangat lewat kebersamaan dengan sanak keluarga di kampung, serta menyegarkan rasa di jiwa lewat saling memaafkan, jabat tangan, peluk mesra dan canda tawa bersama saudara-saudara kita.
Saya bertanya lagi ke sahabat saya itu, mengapa ia tidak mudik lebaran tahun ini, sahabat saya menjawab, "Kapak saya masih tajam."
Selamat mudik, selamat berlebaran, mohon maaf lahir batin.
27 Jul 2013
27 Jul 2013
- Dikilasinfokan Oleh : Unknown ·

Untuk tetap sukses atau mempertahankan kesuksesan yang sudah ada diperlukan keberanian untuk melupakan, melupakan kesuksesan di masa lalu. Memang kita tidak harus melupakan segalanya, tetapi kesuksesan di masa lampau tidak menjamin kesuksesan di masa yang akan datang, maka itu harus dilupakan. Hal tersulit dan paling menghambat ketika ingin memulai sesuatu yang baru adalah melupakan apa yang telah kita capai.
Kemampuan untuk melupakan apapun keberhasilan yang telah kita capai di masa lalu dan keberanian kita untuk memulai sesuatu yang baru yang akhirnya memungkinkan munculnya sebuah ide inovatif yang berbeda.
Mereka yang selalu terlena dengan kebesaran dan kesuksesan masa lalu, pada akhirnya tidak akan mampu berkembang dan bertumbuh.
Kemampuan untuk melupakan menjadikan kita tidak pernah merasa bangga dengan pencapaian masa lalu. Prinsipnya, biarlah apa yang telah kita dapatkan hanya menjadi koleksi museum kehidupan dan tidak perlu dibanggakan serta diandalkan untuk menghadapi masa depan yang sama sekali berbeda dengan masa lalu.
24 Jul 2013
24 Jul 2013
- Dikilasinfokan Oleh : Admin ·

Lain dari biasa, aku begitu lemas dan tak bersemangat. Jauh dari yang namanya optimis yang sudah menjadi seperti baliho dengan slogan-slogan baik penyemangat diriku sendiri ataupun teman-temanku. Optimis yang selalu aku dapat dari diri sendiri dengan motivasi-motivasi basi yang dipaksa untuk menyelimuti diri di kesendirian yang sejati. Tak ada lagu indah pagi ini, tak ada alunan musik hari ini. Semua terdengar menggema, suara-suara pedagang seakan berlomba untuk didengar, suara-suara preman pasar yang parau mengumpat: "DASAR BENCONG!" ketika tak sengaja aku menginjak kakinya.
Sebenarnya apa yang salah padaku ketika aku seorang bencong atau bukan? Sebenarnya apa yang salah padaku ketika aku ngamen dengan suara sengau berharap terdengar merdu dan indah? Jika kau hubungkan dengan moral, bahkan jika kau sebut aku tak bermoral maka aku tak akan pernah terima, karena memang aku tak pernah paham apa itu moral. Jika kau sebut aku tak beriman, aku juga tak akan pernah mau terima, karena iman berarti percaya, aku percaya sepenuhnya pada Tuhan. Terlebih jika kau sebut aku tak beragama.
Semua hanya terpaku pada sesuatu yang nampak, anggap aku salah. Tak mengapa asal jangan hakimi aku. Karena yang aku lakukan tak ada yang merugikan orang lain bahkan jutaan orang di muka bumi. Lalu mengapa aku dihakimi sedemikian rupa? Mengapa memandangku hanya sekelebat mata? Mengapa menertawakanku? Mengapa mengejekku? Mengapa menjauhiku?
Rasanya aku iri pada butir-butir debu jalanan yang selalu tak dihiraukan orang, aku iri pada roda-roda kendara yang tetap melaju di ramainya arus meski merayap, aku iri pada angin yang sesuka hati melintasi tiap manusia yang ditemui tanpa harus menyita pandangan lucu, hina, mengejek atau hanya sekedar mendengus.
Bisa lebih bisa kurang. Aku tak butuh pengakuan ataupun legitimasi. Aku juga tak butuh konstitusi yang memayungi. Aku hanya butuh nurani ketika kau pandang aku, bukan hina atau iba. Tapi perlakukan aku biasa, selayaknya manusia, perlakukan aku selayaknya laki-laki atau perempuan. Jika itu terjadi maka aku tak akan berkeliaran menjual suara sengauku lagi bersama debu-debu jalan yang beruntung.
Ratusan kali aku bilang pada diriku sendiri bahwa tak ada gunanya mengorbankan keceriaan, optimisme, mimpi, harapan dan cinta hanya untuk bermuram demi berdebat pada diri sendiri untuk sesuatu yang mungkin tak akan pernah terwujud. Jikapun nasib berubah, semua hanyalah karena ikatan sebuah hukum yang sedang diperjuangkan oleh para aktifis itu. Tapi apa mau dikata, aku masih manusia.
8 Jul 2013
8 Jul 2013
- Dikilasinfokan Oleh : Admin ·

"Segala perbedaaan itu, membuatmu jauh dariku, biarlah sang waktu menjaga cintamu..."
Sebuah penggalan lagu dari Ari Lasso kalau tidak salah, dengan judul "Perbedaan", terdengar dari rumah tetangga sebelah di saat saya sedang menikmati pagi bersama secangkir kopi. Perbedaan ternyata bisa membuatmu jauh dariku, gumamku sambil mengingat-ingat pembahasan yang sedang ramai saat ini yaitu tentang perbedaan penentuan 1 Ramadhan.
Iya, bulan suci Ramadhan tinggal menghitung jam, tapi sepertinya tema-tema pembukanya masih itu-itu juga, perbedaan. Padahal tujuan utamanya sama, berpuasa di bulan Ramadhan. Sepertinya perbedaan memang selalu menarik untuk dibahas. Tapi ketika perbedaan membuatmu jauh dariku seperti kata Ari Lasso, masihkah perbedaan pantas untuk dijadikan pembahasan utama dan penting?
Secangkir kopi yang dari tadi menemaniku kelihatannya mulai mendingin, tapi ia memang selalu "dingin" dari perbedaan. Kopiku yang hitam dan pahit tak pernah merasa jauh dari gula yang putih dan manis. Kopiku dan gula selalu mampu bersama tanpa harus mengungkit perbedaan di antara mereka berdua, tapi justru malah menghadirkan cita rasa enak untuk penikmatnya, termasuk saya.
Setahu saya, Ramadhan bukan untuk menguatkan perbedaan, tapi Ramadhan adalah bulan untuk belajar melatih diri menjauh dari semua yang dilarang oleh Allah, bulan untuk memaksa diri lebih mendekat kepada-NYA dengan memaksimalkan perbuatan-perbuatan yang diperintahkan-NYA. Sederhananya, Ramadhan itu bulan latihan, agar setelah Ramadhan berlalu, nilai-nilai kebaikan yang telah dilatih dan dibiasakan selama Ramadhan, mengejewantah ke dalam kehidupan sehari-hari.
Terus kapan mulai puasanya? Selasa atau Rabu? Yang jelas mulai puasa ya 1 Ramadhan. Untuk saat ini, karena ada TV, ada HP, internet dan lain-lain, seharusnya semua Muslim bisa berpuasa di hari yang sama, Ru'yat Global kata teman saya. Artinya di bumi manapun bila ada yang sudah lihat hilal, sah sudah berpuasa. Intinya, ketika hilal sudah nampak di mata, siapapun yang melihatnya, maka itu sudah sah bagi semua Muslim untuk berpuasa.
Tidak bisakah www (world wide web) menjadi alat untuk menyatukan pendapat dalam persoalan seperti ini? Janganlah sampai hidup di zaman internet tapi kinerja mesin tik.
Selamat berpuasa, mohon maaf lahir batin, insya Allah Ramadhan penuh berkah.
27 Jun 2013
27 Jun 2013
- Dikilasinfokan Oleh : Unknown ·

Seseorang yang bijak kemudian menjawab:
"Mereka yang sedang bersedih karena masih terpenjara oleh sejarah hidup mereka masing-masing. mereka umumnya percaya bahwa tujuan utama dalam hidup adalah mengikuti apa yang telah direncanakan atau diprogram. Tapi mereka tidak pernah bertanya pada diri mereka sendiri apakah rencana atau program hidup yang mereka jalani adalah hasil rancangan mereka sendiri atau dibuat oleh orang lain. Mereka mengumpulkan pengalaman, kenangan, hal-hal dan ide-ide orang lain karena semua itu terlihat lebih mendekatkan kepada harapan dan impian mereka sehingga mereka tak sempat punya rencana hidup sendiri. Akhirnya, saat mereka sadar tidak sedang menjadi diri sendiri atau kenyataan tidak sesuai dengan harapan dan impian mereka, mereka pun bersedih.
Tapi, kesedihan bisa memberikan kita kedalaman makna saat kebahagiaan menjadikan kita merasa "tinggi" dan terlena. Kesedihan akan memberikan kita pijakan yang kuat saat kebahagiaan mulai bercabang. Jika Kebahagiaan ibarat pohon yang tumbuh menjulang ke langit maka kesedihan adalah akarnya yang sangat membumi. Keduanya-kebahagiaan dan kesedihan-selalu dibutuhkan. Semakin tinggi pohon kebahagiaan bertumbuh maka secara bersamaan semakin dalam pula akarnya menghunjam. Semakin besar pohon, semakin besar pula akar-akarnya. Selalu seperti itu agar hidup tetap seimbang."
Terkadang ada saat-saat ketika kita berharap bisa memutar waktu kembali ke masa-masa tertentu, hanya mengambil hal-hal yang membahagiakan dan membuang jauh-jauh semua kesedihan, tapi jika kita benar-benar bisa memutar ulang waktu, bisa membuang semua kesedihan, apakah semua kebahagiaan masih tetap ada bersama kita? Apakah waktu mau menyediakan hanya kebahagiaan untuk kita?
Coba kita perhatikan sebelum dan sesudah saat ini, pernah dan akan selalu ada tawa yang begitu tulus dan juga rasa sedih yang mungkin sangat menyesakkan. Bahkan sebuah lagu yang paling romantis tidak jarang lahir dan terinspirasi dari momen yang paling menyedihkan.
26 Jun 2013
26 Jun 2013
- Dikilasinfokan Oleh : Admin ·

Apakah Kebahagiaan Itu?
Sebagian orang mengartikan kebahagiaan dengan terpenuhinya setiap keinginan. Bila keinginan terwujud maka bahagia. Padahal, dalam teori keinginan dikatakan bahwa setiap keinginan yang terwujud akan diikuti oleh keinginan-keinginan baru yang juga minta dipenuhi. Semakin banyak keinginan maka semakin tinggi resiko kecewanya karena sudah menjadi sifat alami kehidupan bahwa tidak semua keinginan bisa terwujud. Bahkan, betapa banyak yang kita peroleh dari hidup bukan berasal dari keinginan kita, yang selanjutnya kita sebut keajaiban.
Pertanyaan Tentang Kebahagiaan
Apakah setiap orang yang memiliki wajah tampan atau cantik selalu merasa bahagia?
Apakah mereka yang kaya harta selalu merasa bahagia?
Apakah mereka yang sedang memperoleh kedudukan tinggi selalu merasa bahagia?
Kenyataan dalam kehidupan kemudian menjelaskan bahwa mereka yang tampan atau cantik akhirnya tidak bahagia, bukan karena tidak lagi tampan atau tidak lagi cantik, tetapi karena mereka terlalu berharap banyak dari wajahnya yang tampan/cantik agar semua orang merasa kagum dan tertarik. Mereka yang kaya akhirnya juga tidak bahagia jika terlalu berharap banyak dari kekayaannya agar semua orang menaruh hormat padanya karena kekayaannya, [jika] mereka menganggap dengan kaya pasti bisa bersenang-senang di setiap tempat dan kesempatan. Begitu pula dengan mereka yang sedang memiliki jabatan/kedudukan tinggi, pada akhirnya juga tidak bahagia apabila mereka mengira dengan kedudukan dan jabatannya semua orang akan hormat dan segan padanya.
Sumber Kebahagiaan
Sadar bahwa harapan dan keinginan bukanlah sumber kebahagiaan, mengerti bahwa terlalu banyak berharap dan ingin ini itu justru bisa membuat kecewa dan menderita, mereka yang sudah pernah kecewa dan menderita akibat percaya bahwa wajah tampan/cantik, kekayaan, kedudukan/jabatan bisa menjamin kebahagiaan, akhirnya mulai mencari kembali sumber kebahagiaan yang sebenarnya.
Jawabannya, ternyata kebahagiaan tidak perlu dicari. Karena ketika kebahagiaan terus dicari justru akan membuat pencarinya akhirnya hanya merasakan kelelahan. Para pencari kebahagiaan mirip ikan yang sibuk berenang ke sana ke mari mencari air padahal ia sedang berenang di dalam air.
Kebahagiaan justru hadir ketika kita merasa cukup dengan apa yang kita miliki saat ini. Perasaan cukup tidak mensyaratkan harus cantik/tampan dulu, harus kaya dan banyak harta dulu atau harus punya kedudukan/jabatan tinggi dulu, merasa cukup hadir di setiap momen kehidupan, di setiap waktu dan tempat. Perasaan cukup pula yang bisa menjelaskan mengapa mereka yang kurang cantik/tampan, kurang kaya atau tidak memiliki kedudukan/jabatan tinggi justru bisa menikmati setiap detik kehidupan dengan mimik muka tenang, dengan senyum tulus, dengan sikap sopan dan lembut menghargai sesamanya.
Bagaimana Menjelaskan Kebahagiaan
Kebahagiaan ternyata tidak bisa dijelaskan, tapi dirasakan, mungkin itulah mengapa mereka yang belum merasa bahagia terus menginginkan kebahagiaan, dan mereka yang sudah merasakan kebahagiaan dengan mudah mengungkapkan kebahagiaannya dengan kata-kata yang puitis nan indah, banyak tersenyum, mudah menolong dan gampang berbuat kebaikan.
21 Jun 2013
21 Jun 2013
- Dikilasinfokan Oleh : Admin ·

Bayangkan semua konsep, ide dan keyakinan tentang cinta-baik atau buruk-yang sering kita dengar atau baca, misalnya:
"Yang aku rasa adalah mencintaimu."
"Saya ingin tahu apa itu cinta."
"Maukah engkau mencintaiku besok?"
"Maukah engkau mencintaiku selamanya?"
"Allah mencintaimu."
"Mari kita saling mencintai."
"Ada garis tipis antara cinta dan benci."
Apa Itu Cinta
Ada banyak defenisi tentang cinta. Terkadang kita bingung dengan banyaknya konsep yang mencoba mendefinisikan ulang kata cinta. Tidak peduli berapa sering kita merenungkan cinta, kenyataannya tidak cukup lengkap pengetahuan kita untuk sepenuhnya memahami cinta. Seolah pertanyaan tentang cinta tidak pernah habis dan berakhir, "Apa itu cinta?" "Apakah yang sedang saya rasakan adalah cinta?"
Secara biologis, cinta dipandang sebagai kecenderungan mamalia, seperti halnya rasa lapar atau haus. Teori Psikologi mendefinisikan cinta sebagai sebuah fenomena sosial dan budaya. Mungkin ada benarnya kedua pandangan tersebut. Faktanya, hormon seperti oxytocin dan feromon mempengaruhi perilaku, seperti halnya konsep-konsep sosial tentang cinta.
Bagaimana Cinta Bekerja
Pandangan konvensional secara biologis menyatakan bahwa ada dua kecenderungan dalam cinta, yaitu daya tarik seksual dan karakter. Karakter pada orang dewasa bekerja pada prinsip yang sama yang menyebabkan karakter anak mirip dengan orang tuanya.
Pandangan tradisional secara psikologis menyatakan kasih sayang sebagai kombinasi perasaan suka dan gairah cinta. "Passionate" dalam cinta melahirkan kerinduan yang intens dan sering disertai dengan gangguan fisiologis seperti sesak napas dan atau detak jantung yang cepat di luar normal. Sedangkan "Compassionate" dalam cinta adalah perasaan dekat dan intim dengan seseorang yang tidak disertai dengan gangguan fisiologis.
Scan otak dari orang yang sedang jatuh cinta menunjukkan hasil yang mirip dengan mereka yang sedang mengalami gangguan penyakit mental. Rasa cinta lahir dari daerah yang sama pada otak di mana rasa lapar dan haus juga berasal. Makanya wajar jika perasaan cinta lebih banyak berawal dari ketertarikan fisik daripada kedekatan emosional. Seiring waktu, cinta akan melahirkan reaksi yang melow dan melankolis dan pada saat yang bersamaan berbagai wilayah pada otak pun mulai aktif, terutama daerah yang melibatkan komitmen jangka panjang.
Manfaat Cinta
Yang jelas, mencintai diri sendiri dapat menciptakan landasan dan komitmen pribadi jangka panjang, komitmen untuk kebahagiaan diri yang utuh, tidak saja antara diri dengan selain diri, tapi juga dalam hubungan diri dengan Sang Maha Pencipta cinta.
19 Jun 2013
19 Jun 2013
- Dikilasinfokan Oleh : Unknown ·

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi serta perubahan lingkungan strategis memberikan tuntutan yang begitu besar bagi penyelenggara negara. Bahkan, gelombang reformasi yang bergulir sejak tahun 1998 sebenarnya juga menuntut penyelenggara negara untuk melakukan reformasi birokrasi pemerintahan agar mampu menciptakan kesejahteraan umum masyarakat.
Reformasi birokrasi pada hakekatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business process), serta sumber daya manusia aparatur dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Namun pada prakteknya, reformasi birokrasi yang bertujuan luhur tersebut belum sepenuhnya berhasil diterapkan dalam pemerintahan kita. Hanya setengah hati dan belum menyentuh substansi. Tak lebih hanya pencitraan bahwa mereka concern terhadap kebutuhan masyarakat untuk perbaikan sistem birokrasi yang sehat dan kuat.
Birokrasi yang sehat dan kuat, adalah birokrasi yang profesional, netral, terbuka, demokratis, mandiri, serta memiliki integritas dan kompetensi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya selaku abdi masyarakat dan abdi negara, dalam mengemban misi perjuangan bangsa mewujudkan cita-cita dan tujuan bernegara.
Pelaksanaan reformasi birokrasi juga tidak dapat dipisahkan dari kehadiran figur seorang pemimpin. Karena itu, dalam aspek organisasi pemerintah untuk melakukan perbaikan dan perubahan pelayanan publik sangat tergantung dari peran pemimpin instansi pemerintahan (top down approach). Ciri kepemimpinan yang baik dan konstruktif tentu berlaku untuk semua kondisi dan tempat. Tak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat lokal. Persoalannya adalah apakah kepemimpinan seperti ini dilahirkan atau diciptakan? Dan bagaimana menciptakan pemimpinan di tingkat lokal yang lebih berpihak kepada masyarakat?
Banyak kalangan memandang, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah merupakan sebuah terobosan legislasi yang luar biasa dalam praktek penyelenggaraan pemerintahan daerah. Yang paling nampak dan banyak dijadikan sorotan adalah pergantian sistem pemilihan Kepala Daerah yang semula ditentukan oleh DPRD, sekarang ditentukan oleh rakyat. Hal ini diharapkan mampu memunculkan kepemimpinan lokal yang memenuhi preferensi mayoritas masyarakatlokal dan mempercepat terbentuknya pemerintahan daerah yang lebih baik.
Terlepas dari sistem pemilihan pemimpin lokal yang beralih ke sistem yang berdasarkan de jure dan de facto, ada satu titik penting yang perlu kita garisbawahi, apapun sistem yang dipakai yang sangat kita harapkan sebagai rakyat yakni lahirnya pemimpin-pemimpin lokal yang kredibel, berintegritas tinggi dan memiliki visi masa depan, serta dapat menjadi panutan dan inovator bagi reformasi birokrasi yang dipimpinnya.
Kita tentu masih ingat gebrakan yang dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta saat ini dalam “lelang jabatan” untuk menjaring pimpinan kecamatan dan kelurahan. Hal tersebut patut kita apresiasi karena sejalan dengan kebijakan percepatan reformasi birokrasi dengan melakukan open promotion. Dasar dari kegiatan penjaringan itu merupakan realisasi dari Surat Edaran Menteri PAN dan RB No. 16 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Struktural Yang Lowong Secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah. Meski langkah itu sempat mendapat perlawanan dari berbagai pihak, bahkan bawahan sendiri, namun hal itu tidak menghentikan proses yang sedang berlangsung saat ini. Kita tentu berharap “lelang jabatan” bisa menghasilkan pejabat bersih, kompeten dan melayani masyarakat tidak feodalistik. Momentum ini merupakan contoh aktual bagaimana langkah-langkah perubahan di jajaran birokrasi DKI Jakarta, agar mampu memberikan pelayanan yang optimal dan memuaskan kepada masyarakat.
Terobosan lain yang dilakukan kepemimpinan lokal di Jakarta adalah bekerja dengan gaya “blusukan”. Pendekatan ini sangat ampuh untuk menemukan permasalahan riil di lapangan. Bahkan, rakyat Jakarta menerima keberadaan Jokowi-Ahok yang notabene bukanlah orang Jakarta asli. Rakyat Jakarta suka dan menyayangi pemimpin mereka. Tuhan ada di situ, kata Bung Karno yang juga merupakan pemimpin blusukan. Menjadi pemimpin yang blusukan sangat dibutuhkan era sekarang ini, tujuan utamanya adalah agar pemimpin hadir dan tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Seperti kita ketahui bahwa baru-baru ini telah muncul suatu gerakan relawan, dicetuskan di Bandung yang mendorong dan mempromosikan terus, agar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mencalonkan diri menjadi Presiden RI pada Pilpres 2014.
Terlepas hal itu sebagai suatu hak demokrasi termasuk menjadi hak pribadi Gubernur Jokowi, tetapi dilihat dari segi kepentingan daerah khususnya bagi pembangunan ibukota yang multikompleks dan multidimensi, di mana sudah mulai nampak tanda-tanda keberhasilannya ditangan Gubernur Jokowi dengan program dan langkah-langkah yang jelas, tegas dan di jalan yang benar "on the right track". Maka sesungguhnya rakyat Jakarta sangat mengharapkan agar periode kepemimpinan Gubernur yang mereka pilih dengan "pekerjaan rumah" yang demikian banyak dapat diselesaikan secara utuh pada akhir periode sesuai dengan kalender konstitusi. Hal ini sekaligus dimaksudkan sebagai tolok ukur keberhasilan yang benar-benar bisa menjadi contoh bagi kepemimpinan daerah secara nasional.
Kita berharap dan menghimbau kepada Gubernur Jokowi untuk tidak tergiur desakan spontanitas dari kelompok masyarakat dan komunitas tertentu dan tetap lebih memfokuskan menyelesaikan amanat rakyat Jakarta yang telah memilihnya yang memang merupakan janji kampanye dalam pilgub yang lalu, untuk mewujudkan Jakarta Baru.
Jika kita melihat di banyak negara maju, khususnya di Amerika Serikat, calon Presiden umumnya ditampilkan tokoh dari daerah yang telah melewati ujian kepemimpinan yang terukur baik sebagai Senator ataupun Gubernur. Keberhasilan Joko Widodo sebagai Walikota Solo, kiranya masih perlu diuji tingkat kepemimpinannya dengan keberhasilnnya sebagai Gubernur Ibukota Jakarta.
Kepemimpinan merupakan realisasi dari sifat yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out). Karena itu, dengan berbagai ciri pemimpin dan kepemimpinan ini, maka selayaknyalah model kepemimpinan lokal harus direkonstruksi agar wujud kepemimpinan yang sejati dan amanah bisa didapatkan. Sebab, kepemimpinan seperti inilah yang akan menjadi tumpuan dan harapan masyarakat. Para pemimpin lokal yang saat ini diamanahkan oleh rakyat harus mampu merubah pemikirannya (mind set) agar bisa mentransformasikan dirinya menjadi pemimpin harapan rakyat.
Disampaikan pada Seminar "Reformasi Birokrasi" dengan penyelenggara DPD RI DKI Jakarta, 19 Juni 2013 di Ruang GBHN, Kompleks Parlemen, Senayan.
Langganan:
Postingan (Atom)
